Kaito sedang mempelajari tentang teori psikologi sosial, mencoba memahami bagaimana perilaku manusia dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial. Ia terkesan dengan teori yang dikemukakan oleh salah seorang psikolog terkenal, yang menyatakan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh tiga faktor utama: kepercayaan, nilai, dan norma. Kaito berpikir bahwa teori ini dapat membantu menjelaskan mengapa orang-orang berperilaku secara berbeda-beda dalam situasi yang sama.
Tiba-tiba, Kaito mendengar suara kursi kayu di sebelahnya yang terdorong. Ia menoleh ke kanan dan melihat seorang gadis cantik dengan rambut panjang berwarna coklat dan mata hijau yang indah. Gadis itu memakai kemeja putih dan celana jeans yang terlihat pas di tubuhnya. Kaito merasa sedikit terganggu dengan kehadiran gadis itu, tetapi ia mencoba untuk tidak menunjukkannya.
Gadis itu memperkenalkan dirinya sebagai Liana, seorang mahasiswa psikologi yang juga sedang menyelesaikan skripsinya. Ia bertanya kepada Kaito tentang apa yang sedang ia pelajari, dan Kaito menjelaskan tentang teori psikologi sosial yang sedang ia bahas. Liana terlihat sangat tertarik dengan penjelasan Kaito, dan keduanya mulai berdiskusi tentang topik tersebut.
Semakin lama mereka berdiskusi, semakin dekat mereka menjadi. Kaito merasa bahwa ia telah menemukan seseorang yang memiliki minat dan tujuan yang sama dengan dirinya. Ia merasa bahwa ia dapat membuka dirinya kepada Liana, dan bahwa Liana dapat memahami apa yang ia rasakan. Kaito tidak menyadari bahwa ia telah jatuh cinta dengan Liana, tetapi ia tahu bahwa ia merasa sangat nyaman dengan kehadirannya.
Hari itu, Kaito dan Liana terus berdiskusi tentang psikologi sosial, berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka. Mereka berdua merasa bahwa mereka telah menemukan sesuatu yang sangat berharga, yaitu persahabatan dan cinta. Kaito tidak menyadari bahwa kehidupannya akan berubah secara drastis setelah hari itu, tetapi ia tahu bahwa ia telah menemukan seseorang yang sangat spesial.
Kaito dan Liana terus berbincang hingga senja, saat matahari mulai terbenam di balik jendela kafe. Mereka membahas tentang teori-teori psikologi sosial, berbagi pengalaman dan pendapat tentang bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain. Kaito merasa sangat nyaman dengan kehadiran Liana, seperti telah menemukan seseorang yang memahami dunianya. Saat mereka berbicara, Kaito tidak bisa tidak memperhatikan bagaimana Liana tertawa, bagaimana senyumnya membuka wajahnya, dan bagaimana matanya berkilau ketika ia bersemangat. Ia merasa jatuh cinta, tetapi masih ragu untuk mengungkapkannya.
Hari-hari berikutnya, Kaito dan Liana terus bertemu, berbincang, dan berbagi pikiran. Mereka mengunjungi perpustakaan bersama, membaca buku yang sama, dan membahas isinya. Kaito merasa seperti telah menemukan teman sejati, seseorang yang memahami dan mendukungnya. Ia mulai merasa lebih percaya diri, lebih terbuka, dan lebih siap untuk menghadapi dunia. Liana juga tampaknya merasakan hal yang sama, karena ia mulai membuka diri tentang masa lalunya, tentang kesulitan dan kegembiraannya.
Suatu hari, saat mereka berjalan di taman, Liana berhenti dan memandang Kaito dengan mata yang serius. 'Kaito, aku ingin bertanya sesuatu,' katanya, suaranya lembut. 'Apa itu?' Kaito bertanya, hatinya berdegup kencang. 'Apa kamu merasakan hal yang sama tentangku?' Liana bertanya, wajahnya sedikit merona. Kaito terkejut, tetapi ia tahu bahwa ia harus jujur. 'Ya, aku merasakan hal yang sama,' katanya, suaranya bergetar. Liana tersenyum, dan Kaito melihat kilauan cinta di matanya.
Mereka berdua memandang satu sama lain, hati mereka penuh dengan emosi. Kaito merasa seperti telah menemukan tujuannya, seperti telah menemukan seseorang yang memahami dan mencintainya. Ia tahu bahwa kehidupannya akan berubah, bahwa ia akan menghadapi tantangan dan kesulitan, tetapi ia siap untuk menghadapinya bersama Liana. Saat senja mulai terbenam, Kaito dan Liana berpegangan tangan, merasakan kehangatan dan keamanan satu sama lain. Mereka tahu bahwa mereka telah menemukan sesuatu yang sangat berharga, yaitu cinta dan persahabatan.
Cinta dan persahabatan dapat ditemukan dalam kesamaan pikiran dan pendapat, dan memahami satu sama lain adalah kunci untuk membangun hubungan yang kuat dan berarti.