Aku melanjutkan perjalananku, tetapi pikiranku masih terjaga pada Lyra. Aku tidak bisa berhenti memikirkan senyumnya, caranya berbicara, dan kesedihan di matanya. Aku merasa seperti telah kehilangan sesuatu yang berharga, tetapi juga merasa lega karena telah menemukan seseorang yang bisa mengerti aku. Aku berjalan melewati kampus yang sunyi, lampu-lampu jalan yang berkedip-kedip, dan bayangan-bayangan pohon yang membentang di tanah. Aku merasa seperti sedang berjalan di dalam mimpi, di mana semuanya terasa tidak nyata.
Setelah beberapa saat berjalan, aku tiba di sebuah taman kecil di tengah kampus. Aku duduk di bangku, dan memandang ke langit yang berbintang-bintang. Aku merasa kecil di dalam alam semesta yang luas, tetapi juga merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari aku. Aku memikirkan Lyra, dan aku bertanya-tanya apa yang sedang dia lakukan saat itu. Apakah dia juga sedang memikirkan aku? Apakah dia merasa sedih karena kita harus berpisah?
Aku duduk di taman itu selama beberapa jam, memikirkan Lyra dan masa depan kita. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi aku yakin bahwa aku akan selalu mengingat malam itu, ketika aku bertemu dengan Lyra. Aku merasa seperti telah menemukan sesuatu yang berharga, sesuatu yang tidak bisa aku temukan di tempat lain. Aku merasa seperti telah menemukan seorang teman, seorang sahabat, seorang yang bisa mengerti aku.
Ketika aku akhirnya berdiri dan meninggalkan taman, aku merasa seperti telah menemukan sebuah tujuan. Aku tidak tahu apa tujuan itu, tetapi aku yakin bahwa aku akan menemukannya suatu hari nanti. Aku merasa seperti telah menemukan sebuah jalan, sebuah jalan yang akan membawa aku ke tempat-tempat yang baru, ke pengalaman-pengalaman yang baru, dan ke hubungan-hubungan yang baru.
Aku kembali ke asrama, dan aku langsung tidur. Aku merasa lelah, tetapi aku juga merasa bahagia. Aku tahu bahwa aku telah menemukan sesuatu yang spesial, sesuatu yang tidak bisa aku temukan di tempat lain. Aku tahu bahwa aku akan selalu mengingat malam itu, ketika aku bertemu dengan Lyra.
Pada akhirnya, aku menyadari bahwa pertemuan itu bukanlah kebetulan, melainkan sebuah kesempatan untuk menemukan sesuatu yang berharga. Aku menyadari bahwa Lyra dan aku memiliki koneksi yang kuat, koneksi yang tidak bisa diputuskan oleh jarak atau waktu. Aku menyadari bahwa aku telah menemukan seorang teman, seorang sahabat, seorang yang bisa mengerti aku.
Pertemuan dengan orang lain bisa membawa kesempatan untuk menemukan sesuatu yang berharga, dan koneksi yang kuat bisa menghubungkan kita meskipun jarak atau waktu.