Zara merenungkan tentang kehidupan percintaannya yang baru saja berakhir. Ia merasa sedih dan kehilangan, tetapi juga merasa lega karena telah terbebas dari hubungan yang tidak seimbang. Sementara itu, seorang mahasiswa lain bernama Riven duduk di sebelah Zara, mengetikkan makalah di laptopnya. Ia memperhatikan Zara yang sedang terpukau dan bertanya apakah ia baik-baik saja. Zara menjawab bahwa ia hanya sedang memikirkan tentang kehidupan percintaannya yang baru saja berakhir.
Riven mendengarkan dengan sabar dan memberikan saran yang bijak. Ia mengatakan bahwa kegagalan dalam percintaan bukanlah akhir dari dunia, dan bahwa Zara harus terus maju dan fokus pada kehidupan akademisnya. Zara merasa terbantu oleh saran Riven dan mulai merasa lebih baik. Mereka berdua kemudian membahas tentang pelajaran dan kehidupan kampus, dan Zara mulai merasa lebih nyaman di sekitar Riven.
Senja itu, Zara dan Riven terus berbincang-bincang dan menikmati pemandangan taman kampus yang indah. Mereka berdua mulai merasa ada hubungan yang lebih dalam antara mereka, dan Zara mulai merasa bahwa ia mungkin telah menemukan seseorang yang dapat membantunya melupakan kegagalan percintaannya yang lalu. Namun, Zara juga sadar bahwa ia tidak boleh terlalu cepat jatuh cinta lagi, dan bahwa ia harus tetap fokus pada kehidupan akademisnya.
Zara dan Riven akhirnya berpisah setelah perpustakaan tutup, tetapi mereka berdua berjanji untuk bertemu lagi keesokan hari. Zara merasa lebih baik setelah berbincang-bincang dengan Riven, dan ia mulai merasa bahwa ia dapat melanjutkan kehidupannya dengan lebih baik. Ia juga merasa bahwa ia mungkin telah menemukan seseorang yang dapat membantunya melupakan kegagalan percintaannya yang lalu, dan bahwa ia dapat menemukan cinta yang sejati di kampus yang indah ini.
Keesokan hari, Zara tiba di perpustakaan lebih awal dari biasanya, dengan harapan dapat menemukan Riven di sana. Ia membawa tas yang berisi beberapa buku dan notebook, serta sebuah botol air minum yang baru dibeli. Ketika ia memasuki perpustakaan, ia melihat Riven sudah duduk di meja yang sama, membaca sebuah buku tebal dengan judul yang tidak familiar bagi Zara. Riven mengangkat kepala dan tersenyum ketika melihat Zara, dan Zara merasa hatinya berdegup lebih cepat.
Mereka berdua menghabiskan waktu seharian di perpustakaan, membaca dan berdiskusi tentang buku-buku yang mereka baca. Zara merasa bahwa ia telah menemukan teman yang sesungguhnya, seseorang yang dapat memahami dan mengerti tentang kehidupannya. Riven juga tampaknya menikmati waktu yang mereka habiskan bersama, dan Zara dapat melihat bahwa ia mulai terbuka tentang dirinya sendiri.
Ketika perpustakaan mulai tutup, Riven mengajak Zara untuk pergi ke kafe yang terletak di dekat kampus. Zara setuju, dan mereka berdua berjalan bersama di bawah senja yang mulai meredup. Udara sore itu masih hangat, dan Zara merasa bahwa ia dapat menikmati waktu yang mereka habiskan bersama dengan lebih baik.
Di kafe, mereka berdua duduk di meja kecil dan memesan minuman favorit mereka. Riven menceritakan tentang kehidupannya sebelumnya, tentang keluarganya dan tentang impian yang ia miliki. Zara mendengarkan dengan saksama, dan ia merasa bahwa ia dapat memahami Riven dengan lebih baik. Ia juga menceritakan tentang kehidupannya sendiri, tentang kegagalan percintaannya yang lalu dan tentang keinginannya untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
Ketika malam mulai meredup, Riven mengantar Zara pulang ke asramanya. Zara merasa bahwa ia telah menemukan seseorang yang dapat membantunya melupakan kegagalan percintaannya yang lalu, dan bahwa ia dapat menemukan cinta yang sejati di kampus yang indah ini. Ia juga merasa bahwa ia telah menemukan teman yang sesungguhnya, seseorang yang dapat memahami dan mengerti tentang kehidupannya.
Dengan hati yang ringan dan jiwa yang damai, Zara memasuki asramanya dan membaringkan diri di tempat tidurnya. Ia merasa bahwa ia telah menemukan sesuatu yang sangat berharga, sesuatu yang dapat membantunya melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. Ia tertidur dengan senyum di wajahnya, dan ia tahu bahwa esok hari akan membawa kesempatan baru untuknya dan Riven.
Cinta sejati dapat ditemukan di tempat yang tidak terduga, dan persahabatan dapat membantu kita melupakan kegagalan masa lalu dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.