Kaito merasa terkejut dan gugup ketika gadis itu berbicara dengannya, namun ia mencoba untuk tetap tenang dan berbicara dengan sopan. Gadis itu memperkenalkan dirinya sebagai Akira, lalu ia bertanya tentang skripsi Kaito. Kaito menjelaskan tentang skripsinya, lalu Akira mendengarkannya dengan saksama. Setelah itu, Akira meminta Kaito untuk menemani dia ke kantin kampus, karena dia ingin membeli makan malam. Kaito setuju dan mereka berdua pergi ke kantin kampus bersama-sama. Di kantin, mereka berdua makan dan berbincang-bincang tentang berbagai hal, mulai dari hobi hingga cita-cita. Kaito merasa sangat nyaman berbicara dengan Akira, sehingga ia lupa tentang skripsinya untuk sementara waktu. Setelah makan, Akira meminta Kaito untuk menemani dia ke taman kampus, karena dia ingin berjalan-jalan di bawah bintang. Kaito setuju dan mereka berdua pergi ke taman kampus bersama-sama. Di taman, mereka berdua berjalan-jalan dan berbincang-bincang tentang berbagai hal, sambil menikmati keindahan alam di sekitar mereka.
Kaito merasa sangat bahagia berada di dekat Akira, sehingga ia lupa tentang skripsinya dan kegiatan sehari-harinya. Ia merasa seperti telah menemukan teman yang sejati, bahkan mungkin lebih dari itu. Namun, ketika mereka berdua sedang berjalan-jalan, Kaito mendengar suara yang membuatnya merasa terkejut. Suara itu adalah suara mantan kekasihnya, yang telah putus dengannya beberapa bulan yang lalu. Kaito merasa terkejut dan gugup, namun ia mencoba untuk tetap tenang dan berbicara dengan sopan. Mantan kekasihnya memandang Kaito dengan wajah yang sedih, lalu ia bertanya tentang kehidupannya sekarang. Kaito menjelaskan tentang skripsinya dan kegiatan sehari-harinya, lalu mantan kekasihnya mendengarkannya dengan saksama. Setelah itu, mantan kekasihnya meminta Kaito untuk memaafkannya, karena ia telah menyakiti Kaito di masa lalu. Kaito setuju untuk memaafkannya, lalu mereka berdua berbicara tentang masa lalu dan bagaimana mereka dapat menjadi lebih baik di masa depan.
Setelah berbicara dengan mantan kekasihnya, Kaito merasa lega dan bahagia. Ia merasa seperti telah menemukan penyelesaian untuk masalahnya, dan ia dapat melanjutkan kehidupannya dengan lebih baik. Kaito berpaling kepada Akira dan melihat bahwa Akira masih berdiri di sampingnya, memandangnya dengan senyum manis. Kaito merasa sangat bahagia berada di dekat Akira, sehingga ia memutuskan untuk menghabiskan sisa malamnya dengan Akira. Mereka berdua pergi ke kantin kampus lagi, lalu mereka berdua makan dan berbincang-bincang tentang berbagai hal, sambil menikmati keindahan alam di sekitar mereka. Kaito merasa seperti telah menemukan teman yang sejati, bahkan mungkin lebih dari itu. Namun, ketika mereka berdua sedang berjalan-jalan, Kaito menyadari bahwa ia belum menyelesaikan skripsinya. Ia memutuskan untuk menyelesaikan skripsinya keesokan harinya, lalu ia dapat melanjutkan kehidupannya dengan lebih baik. Kaito dan Akira berpisah di depan kosan Kaito, lalu Kaito masuk ke dalam kosannya dan tidur dengan bahagia.
Keesokan paginya, Kaito bangun dengan semangat baru. Ia memutuskan untuk menyelesaikan skripsinya secepat mungkin agar bisa melanjutkan kehidupannya dengan lebih baik. Setelah sarapan, Kaito duduk di meja kerjanya dan mulai mengetik. Ia menulis dengan fokus, tanpa gangguan dari luar. Akira sering mengirim pesan untuk menanyakan kemajuan skripsinya, dan Kaito selalu menjawab dengan antusias. Dua hari berlalu, dan skripsi Kaito hampir selesai. Ia merasa lega dan bangga dengan dirinya sendiri. Ketika Kaito akhirnya menyelesaikan skripsinya, ia merasa seperti telah melewati sebuah tantangan besar. Ia memutuskan untuk merayakannya dengan Akira. Mereka bertemu di kafe favorit mereka, dan Kaito memberitahu Akira tentang skripsinya yang sudah selesai. Akira sangat gembira dan memeluk Kaito dengan hangat. Kaito merasa bahagia dan nyaman di pelukan Akira. Mereka duduk dan menikmati secangkir kopi bersama, sambil membicarakan rencana masa depan mereka. Kaito merasa seperti telah menemukan tujuan hidupnya, dan Akira ada di sampingnya untuk mendukungnya. Beberapa minggu kemudian, Kaito dan Akira memutuskan untuk melakukan perjalanan bersama ke pantai. Mereka menikmati keindahan alam, bermain pasir, dan berenang di laut. Kaito merasa seperti telah menemukan kebahagiaan sejati, dan Akira adalah bagian dari itu. Suatu malam, ketika mereka duduk di pantai menikmati sunset, Kaito memandang Akira dengan mata yang berbicara langsung ke hati. 'Terima kasih,' kata Kaito, suaranya bergetar. 'Terima kasih karena telah ada untukku.' Akira memandang Kaito dengan mata yang sama, penuh kasih sayang. 'Aku akan selalu ada untukmu, Kaito,' jawab Akira. Kaito merasa hatinya meleleh, dan ia tahu bahwa ia telah menemukan cinta sejatinya. Mereka berdua berpelukan, sementara matahari terbenam di cakrawala, membawa kehangatan dan kebahagiaan ke dalam hati mereka.
Pada akhirnya, Kaito menyadari bahwa kebahagiaan sejati datang dari hubungan yang tulus dan mendalam dengan orang lain, dan bahwa cinta dapat ditemukan dalam momen-momen kecil dan tak terduga dalam hidup.
Kebahagiaan sejati datang dari hubungan yang tulus dan mendalam dengan orang lain, dan cinta dapat ditemukan dalam momen-momen kecil dan tak terduga dalam hidup.