Saya, Alana, berjalan menuju rooftop dengan langkah yang santai. Saya mengenakan celana jeans yang telah lusuh di bagian lutut dan kaus putih yang terlihat sederhana. Di tangan kiri saya, saya membawa sebuah tas kanvas yang sudah mulai pudar warnanya di bagian bahu. Saya memasuki gedung perpustakaan dan menuju ke lift yang akan membawa saya ke rooftop.
Setelah beberapa detik menunggu, lift membuka pintunya dan saya memasuki rooftop. Suasana di sini sangat berbeda dengan di bawah. Udara malam yang sejuk dan bintang-bintang yang terang di langit membuat saya merasa seperti berada di sebuah dunia yang berbeda. Saya berjalan menuju sudut rooftop dan duduk di atas tembok yang membatasi antara rooftop dan tanah.
Saya melihat ke bawah dan melihat beberapa mahasiswa yang sedang berjalan-jalan di kampus. Mereka terlihat sangat kecil dari ketinggian rooftop. Saya merasa seperti sedang menyaksikan sebuah pertunjukan yang sangat menarik.
Tiba-tiba, saya mendengar suara langkah kaki di belakang saya. Saya berpaling dan melihat seorang pria yang terlihat sangat tampan. Ia memiliki rambut hitam yang terlihat sangat rapi dan mata biru yang terang. Ia mengenakan kaus hitam yang terlihat sangat elegan dan celana jeans yang terlihat sangat trendy.
'Halo,' katanya dengan senyum yang manis. 'Bolehkah saya bergabung denganmu?'
Saya terkejut dengan pertanyaannya, tetapi saya tidak ingin menolaknya. 'Tentu saja,' jawab saya dengan senyum yang santai.
Ia duduk di sebelah saya dan kita berdua mulai berbicara tentang berbagai hal. Kita berbicara tentang kehidupan di kampus, tentang impian kita, dan tentang apa yang kita sukai. Saya merasa seperti telah mengenalnya selama bertahun-tahun, meskipun kita baru saja bertemu.
Saya tidak menyadari bahwa waktu telah berlalu dengan sangat cepat. Sebelum saya menyadari, matahari sudah mulai terbit di horizon. Saya merasa sangat sedih karena saya tidak ingin malam ini berakhir.
'Terima kasih telah bergabung denganku,' kata saya dengan senyum yang manis.
'Tidak masalah,' jawabnya dengan senyum yang sama manis. 'Saya sangat senang bisa bertemu denganmu.'
Kita berdua berdiri dan melihat ke bawah. Kita melihat kampus yang terlihat sangat indah di pagi hari.
Saya merasa seperti telah menemukan sesuatu yang sangat spesial di malam ini. Saya tidak tahu apa itu, tetapi saya yakin bahwa saya akan mengingat malam ini selamanya.
Kami berdua berdiri di rooftop kampus, menikmati keindahan pagi hari yang perlahan-lahan menerangi langit. Udara masih segar, dan suara burung-burung berkicau menambah keasrian suasana. Saya merasa nyaman berada di sampingnya, seperti telah mengenalnya selama bertahun-tahun. Kami berdua tidak banyak berbicara, tetapi kesunyian itu tidak terasa canggung. Sebaliknya, itu membuat kami merasa lebih dekat.
Saya melirik ke arahnya, dan dia juga melakukan hal yang sama. Kami berdua tersenyum, dan saya dapat melihat kilatan kegembiraan di matanya. Saya merasa seperti telah menemukan teman yang sejati, seseorang yang dapat memahami saya tanpa perlu banyak penjelasan. Kami berdua melanjutkan untuk menikmati pemandangan kampus, dan saya dapat merasakan kebahagiaan yang tumbuh di dalam hati saya.
Setelah beberapa lama, dia memutuskan untuk berbicara. 'Saya sangat senang bertemu denganmu,' katanya, dengan suara yang lembut. 'Saya merasa seperti telah menemukan seseorang yang dapat memahami saya.' Saya tersenyum, dan merasa lega bahwa perasaan saya juga sama dengan dia. 'Saya juga merasa sama,' jawab saya. 'Saya seperti telah menemukan seorang teman yang sejati.'
Kami berdua kemudian berbicara tentang berbagai hal, dari hobi hingga impian masa depan. Saya merasa seperti telah mengenalnya selama bertahun-tahun, bukan hanya beberapa jam. Kami berdua berbagi tawa, dan saya dapat merasakan kehangatan di dalam hati saya. Saya tahu bahwa malam ini tidak akan pernah saya lupakan, karena saya telah menemukan seseorang yang spesial.
Saat matahari semakin tinggi, kami berdua memutuskan untuk turun dari rooftop. Saya merasa sedih, karena saya tidak ingin malam ini berakhir. Tetapi, saya juga tahu bahwa saya akan bertemu dengannya lagi, dan itu membuat saya merasa bahagia. Kami berdua berjanji untuk bertemu lagi, dan saya dapat merasakan kegembiraan di dalam hati saya.
Pertemuan yang tidak terduga dapat membawa kebahagiaan dan persahabatan yang langgeng.