Hujan di Kafe Kampus

Judul Gagal Dimuat


Pada suatu hari yang hujan, di kampus yang terletak di pinggir kota, ada seorang mahasiswi bernama Kaisya yang sedang duduk sendirian di kafe kampus. Ia mengeratkan tali tas kanvasnya yang sudah mulai pudar warnanya di bagian bahu, sambil memandang jendela yang tertutup oleh tetesan air hujan. Kaisya memakai kemeja putih dengan garis-garis halus berwarna abu-abu, dan rambutnya yang panjang dan lurus terjatuh di atas bahu. Ia memegang cangkir kopi saset yang masih panas, dan aroma kopi yang kuat memenuhi hidungnya.

Kafe kampus itu tidak terlalu besar, dengan meja dan kursi yang terbuat dari kayu. Suara hujan di luar membuat suasana menjadi lebih tenang dan nyaman. Kaisya memandang sekeliling, melihat mahasiswa lain yang sedang belajar atau berbicara dengan teman-teman. Ia merasa sedikit sepi, karena ia tidak memiliki teman yang dekat di kampus. Kaisya lebih suka menghabiskan waktu sendirian, membaca buku atau menulis cerita.

Tiba-tiba, pintu kafe terbuka, dan seorang mahasiswa tampan masuk. Ia memakai jaket kulit hitam dan celana jeans yang ketat. Rambutnya yang gelap dan berantakan membuatnya terlihat lebih menarik. Kaisya tidak bisa tidak memandangnya, karena ia terlihat sangat berbeda dari mahasiswa lain di kampus. Ia memandang sekeliling, dan matanya bertemu dengan Kaisya. Ia tersenyum, dan Kaisya merasa sedikit terkejut.

Mahasiswa tampan itu mendatangi meja Kaisya, dan bertanya apakah boleh duduk bersamanya. Kaisya mengangguk, dan ia duduk di seberangnya. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Riven, dan Kaisya memperkenalkan dirinya juga. Mereka berbicara tentang hujan, dan tentang kampus. Kaisya merasa sedikit lebih nyaman, karena Riven terlihat sangat ramah dan bersahabat.

Namun, ketika Riven bertanya tentang apa yang Kaisya lakukan di kafe, Kaisya merasa sedikit terganggu. Ia tidak ingin membicarakan tentang skripsinya yang belum selesai, atau tentang kesulitannya dalam menulis. Ia hanya mengatakan bahwa ia sedang menulis cerita, dan Riven terlihat sangat tertarik. Ia bertanya tentang cerita apa yang Kaisya tulis, dan Kaisya merasa sedikit terpaksa untuk membicarakannya.

Ketika hujan mulai reda, Riven mengajak Kaisya untuk berjalan-jalan di sekitar kampus. Kaisya setuju, dan mereka berjalan bersama, memandang sekeliling kampus yang masih basah oleh hujan. Mereka berbicara tentang banyak hal, dan Kaisya merasa sedikit lebih nyaman dengan kehadiran Riven. Namun, ketika mereka berhenti di depan perpustakaan, Kaisya melihat sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman.

Di jendela perpustakaan, Kaisya melihat seorang mahasiswi yang duduk sendirian, memandang ke luar jendela. Ia memakai kemeja merah, dan rambutnya yang panjang dan lurus terjatuh di atas bahu. Kaisya merasa sedikit terkejut, karena ia mengenal mahasiswi itu. Ia adalah mantan kekasih Riven, dan Kaisya merasa sedikit tidak nyaman karena Riven tidak memberitahunya tentang hal itu.

Kaisya merasa sedikit bingung, karena ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ia tidak ingin membuat Riven merasa tidak nyaman, tapi ia juga tidak ingin terlibat dalam urusan pribadi Riven. Kaisya memutuskan untuk tidak membicarakan tentang hal itu, dan mereka berdua melanjutkan berjalan-jalan di sekitar kampus. Namun, Kaisya tidak bisa tidak memikirkan tentang mahasiswi itu, dan tentang apa yang terjadi antara Riven dan mantan kekasihnya.

Ketika matahari mulai terbenam, Kaisya dan Riven berhenti di depan kafe kampus. Riven mengajak Kaisya untuk bertemu lagi esok hari, dan Kaisya setuju. Ia merasa sedikit lebih nyaman dengan kehadiran Riven, tapi ia juga merasa sedikit tidak nyaman karena urusan pribadi Riven. Kaisya memutuskan untuk tidak membicarakan tentang hal itu, dan mereka berdua berpisah dengan saling tersenyum.

Kaisya kembali ke kosannya, memikirkan tentang apa yang terjadi hari itu. Ia merasa sedikit bingung, karena ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ia tidak ingin membuat Riven merasa tidak nyaman, tapi ia juga tidak ingin terlibat dalam urusan pribadi Riven. Kaisya memutuskan untuk menunggu dan melihat apa yang terjadi esok hari, dan ia berharap bahwa segalanya akan berjalan dengan baik.



💡 Pesan Moral:

Blog Pemikir Cerdas sebagai media untuk berbagi informasi dan tutorial simple untuk dunia IT.

Comments

Masukan sahabat sangat berarti untuk perbaikan kedepannya.
EmoticonEmoticon