Aku masih ingat saat aku kecil, aku selalu diberitahu bahwa kerja keras adalah kunci untuk mencapai kesuksesan.
Tapi, ketika aku memasuki dunia kerja, aku menyadari bahwa kerja keras tidaklah sama dengan mencapai kesuksesan. Aku bekerja sebagai seorang editor di sebuah perusahaan besar, dan aku harus menghadapi tekanan yang sangat besar untuk memenuhi deadline yang ketat.
Aku merasa seperti robot yang kehilangan jati diri, tidak pernah memiliki waktu untuk berpikir tentang apa yang aku inginkan atau apa yang aku butuhkan. Namun, aku kemudian menemukan teknik mindfulness yang membantu aku mengurangi stres kerja.
Tapi, aku tidak menyerah.
Aku mulai menjalani latihan mindfulness setiap hari, dan aku menyadari bahwa aku dapat memiliki kontrol atas hidup aku sendiri. Aku dapat memilih untuk tidak terjebak dalam siklus kehancuran, dan aku dapat memilih untuk memiliki waktu untuk berpikir tentang apa yang aku inginkan atau apa yang aku butuhkan.
Jadi, apa itu kerja keras sebenarnya?
Apakah itu benar-benar membuat kita lebih bahagia, atau malah membuat kita menjadi robot yang kehilangan jati diri? Aku tidak tahu jawabannya, tapi aku tahu satu hal: kita harus memiliki keberanian untuk memilih hidup yang kita inginkan, dan tidak pernah menyerah pada kehancuran.