Sore itu, cahaya matahari mulai memudar di balik jendela perpustakaan kampus, membiaskan cahaya keemasan yang hangat ke dalam ruangan. Kenzo, seorang mahasiswa jurusan sastra, duduk di meja belajar pojok, menyandarkan kepalanya pada tangan kanannya sambil memandangi halaman buku yang terbuka di depannya. Ia mengenakan kemeja putih dengan lengan yang sedikit terlalu panjang, sehingga ia sering kali memasukkannya ke dalam celana jeansnya yang sempit. Rambutnya yang hitam dan lurus terjatuh di atas alisnya, membuatnya terlihat sedikit ceroboh.
Di seberang meja, ada seorang gadis cantik dengan rambut coklat muda dan mata hijau yang cerah. Ia mengenakan kaus putih dengan tutup kepala abu-abu, dan ia terus-menerus menulis catatan di buku tulisnya dengan pena merah. Kenzo tidak bisa tidak memperhatikan gadis itu, karena ia terlihat sangat fokus dan serius dalam belajar. Ia berpikir bahwa gadis itu pasti seorang mahasiswa yang sangat rajin dan berdedikasi.
Ketika Kenzo sedang memandangi gadis itu, ia secara tidak sengaja menumpahkan cairan minumannya ke atas meja. Gadis itu langsung menoleh dan melihat ke arah Kenzo, dan mereka bertatapan untuk beberapa detik. Kenzo merasa sangat malu dan cepat-cepat meminta maaf, sambil berusaha membersihkan tumpahan minuman dengan tisu. Gadis itu tersenyum dan mengatakan bahwa tidak apa-apa, dan ia bahkan menawarkan untuk membantu Kenzo membersihkan tumpahan minuman.
Mereka berdua kemudian mulai berbicara dan berkenalan. Gadis itu bernama Kaori, dan ia adalah seorang mahasiswa jurusan psikologi. Mereka berdua memiliki banyak kesamaan, seperti minat dalam membaca buku dan mendengarkan musik. Mereka berbicara tentang berbagai hal, dari teori psikologi hingga film favorit mereka. Kenzo merasa sangat nyaman berbicara dengan Kaori, dan ia bahkan merasa seperti telah mengenalnya selama bertahun-tahun.
Saat sore itu berlangsung, perpustakaan kampus semakin sepi. Kenzo dan Kaori tetap berbicara dan tertawa bersama, sampai akhirnya mereka sadar bahwa perpustakaan sudah tutup. Mereka berdua kemudian keluar dari perpustakaan dan berjalan di sekitar kampus, menikmati udara sore yang sejuk dan pemandangan yang indah. Kenzo merasa sangat bahagia dan beruntung telah bertemu dengan Kaori, dan ia berharap bahwa mereka dapat terus berhubungan dan menjadi teman dekat.
Mereka berdua berjalan tanpa tujuan tertentu, menikmati keheningan sore yang menyelimuti kampus. Kenzo tidak bisa berhenti tersenyum ketika melihat Kaori tertawa dan bercerita tentang hal-hal yang tidak terlalu penting, tetapi bagi Kenzo, itu semua sangat berarti. Mereka berhenti di sebuah taman kecil yang terletak di tengah kampus, dan Kaori duduk di bangku sambil memandang ke arah pohon-pohon yang rindang. Kenzo duduk di sebelahnya, dan mereka berdua diam untuk beberapa saat, menikmati keheningan dan keindahan alam di sekitar mereka.
Kemudian, Kaori berbicara tentang impian dan harapannya untuk masa depan, tentang rencana untuk melanjutkan studi dan memulai karir. Kenzo mendengarkan dengan saksama, merasa terinspirasi oleh semangat dan antusiasme Kaori. Ia menyadari bahwa Kaori bukan hanya teman, tetapi juga seseorang yang bisa memotivasi dan mendukungnya dalam mencapai tujuan.
Saat sore mulai berganti menjadi malam, mereka memutuskan untuk berjalan kembali ke asrama. Di sepanjang jalan, mereka terus berbicara dan tertawa, menciptakan kenangan yang indah dan tak terlupakan. Kenzo merasa bahwa ia telah menemukan sesuatu yang sangat berharga, yaitu persahabatan yang tulus dan mendalam.
Ketika mereka tiba di asrama, Kaori berpamitan untuk kembali ke kamarnya, dan Kenzo mengantarinya sampai ke pintu. Mereka berdua berdiri untuk beberapa saat, tidak ingin malam itu berakhir.
'Terima kasih untuk malam ini, Kenzo,' kata Kaori, dengan senyum lembut. 'Aku juga sangat menikmatinya,' jawab Kenzo, sambil tersenyum. Mereka berdua kemudian berpamitan, dan Kenzo kembali ke kamarnya dengan perasaan bahagia dan puas.
Ia memandang ke luar jendela, melihat bintang-bintang yang terang di langit malam, dan merasa bahwa hidup ini penuh dengan kejutan dan kebahagiaan yang tidak terduga. Ia menyadari bahwa persahabatan dan hubungan dengan orang lain adalah hal yang sangat penting dalam hidup, dan bahwa kita harus selalu menghargai dan memelihara hubungan-hubungan tersebut.
Dengan perasaan yang tenang dan bahagia, Kenzo membaringkan diri di tempat tidur, siap untuk menghadapi hari esok dengan semangat dan antusiasme yang baru.
Di seberang meja, ada seorang gadis cantik dengan rambut coklat muda dan mata hijau yang cerah. Ia mengenakan kaus putih dengan tutup kepala abu-abu, dan ia terus-menerus menulis catatan di buku tulisnya dengan pena merah. Kenzo tidak bisa tidak memperhatikan gadis itu, karena ia terlihat sangat fokus dan serius dalam belajar. Ia berpikir bahwa gadis itu pasti seorang mahasiswa yang sangat rajin dan berdedikasi.
Ketika Kenzo sedang memandangi gadis itu, ia secara tidak sengaja menumpahkan cairan minumannya ke atas meja. Gadis itu langsung menoleh dan melihat ke arah Kenzo, dan mereka bertatapan untuk beberapa detik. Kenzo merasa sangat malu dan cepat-cepat meminta maaf, sambil berusaha membersihkan tumpahan minuman dengan tisu. Gadis itu tersenyum dan mengatakan bahwa tidak apa-apa, dan ia bahkan menawarkan untuk membantu Kenzo membersihkan tumpahan minuman.
Mereka berdua kemudian mulai berbicara dan berkenalan. Gadis itu bernama Kaori, dan ia adalah seorang mahasiswa jurusan psikologi. Mereka berdua memiliki banyak kesamaan, seperti minat dalam membaca buku dan mendengarkan musik. Mereka berbicara tentang berbagai hal, dari teori psikologi hingga film favorit mereka. Kenzo merasa sangat nyaman berbicara dengan Kaori, dan ia bahkan merasa seperti telah mengenalnya selama bertahun-tahun.
Saat sore itu berlangsung, perpustakaan kampus semakin sepi. Kenzo dan Kaori tetap berbicara dan tertawa bersama, sampai akhirnya mereka sadar bahwa perpustakaan sudah tutup. Mereka berdua kemudian keluar dari perpustakaan dan berjalan di sekitar kampus, menikmati udara sore yang sejuk dan pemandangan yang indah. Kenzo merasa sangat bahagia dan beruntung telah bertemu dengan Kaori, dan ia berharap bahwa mereka dapat terus berhubungan dan menjadi teman dekat.
Mereka berdua berjalan tanpa tujuan tertentu, menikmati keheningan sore yang menyelimuti kampus. Kenzo tidak bisa berhenti tersenyum ketika melihat Kaori tertawa dan bercerita tentang hal-hal yang tidak terlalu penting, tetapi bagi Kenzo, itu semua sangat berarti. Mereka berhenti di sebuah taman kecil yang terletak di tengah kampus, dan Kaori duduk di bangku sambil memandang ke arah pohon-pohon yang rindang. Kenzo duduk di sebelahnya, dan mereka berdua diam untuk beberapa saat, menikmati keheningan dan keindahan alam di sekitar mereka.
Kemudian, Kaori berbicara tentang impian dan harapannya untuk masa depan, tentang rencana untuk melanjutkan studi dan memulai karir. Kenzo mendengarkan dengan saksama, merasa terinspirasi oleh semangat dan antusiasme Kaori. Ia menyadari bahwa Kaori bukan hanya teman, tetapi juga seseorang yang bisa memotivasi dan mendukungnya dalam mencapai tujuan.
Saat sore mulai berganti menjadi malam, mereka memutuskan untuk berjalan kembali ke asrama. Di sepanjang jalan, mereka terus berbicara dan tertawa, menciptakan kenangan yang indah dan tak terlupakan. Kenzo merasa bahwa ia telah menemukan sesuatu yang sangat berharga, yaitu persahabatan yang tulus dan mendalam.
Ketika mereka tiba di asrama, Kaori berpamitan untuk kembali ke kamarnya, dan Kenzo mengantarinya sampai ke pintu. Mereka berdua berdiri untuk beberapa saat, tidak ingin malam itu berakhir.
'Terima kasih untuk malam ini, Kenzo,' kata Kaori, dengan senyum lembut. 'Aku juga sangat menikmatinya,' jawab Kenzo, sambil tersenyum. Mereka berdua kemudian berpamitan, dan Kenzo kembali ke kamarnya dengan perasaan bahagia dan puas.
Ia memandang ke luar jendela, melihat bintang-bintang yang terang di langit malam, dan merasa bahwa hidup ini penuh dengan kejutan dan kebahagiaan yang tidak terduga. Ia menyadari bahwa persahabatan dan hubungan dengan orang lain adalah hal yang sangat penting dalam hidup, dan bahwa kita harus selalu menghargai dan memelihara hubungan-hubungan tersebut.
Dengan perasaan yang tenang dan bahagia, Kenzo membaringkan diri di tempat tidur, siap untuk menghadapi hari esok dengan semangat dan antusiasme yang baru.
💡 Pesan Moral:
Persahabatan dan hubungan dengan orang lain adalah hal yang sangat penting dalam hidup, dan kita harus selalu menghargai dan memelihara hubungan-hubungan tersebut untuk mencapai kebahagiaan yang sebenarnya.
Persahabatan dan hubungan dengan orang lain adalah hal yang sangat penting dalam hidup, dan kita harus selalu menghargai dan memelihara hubungan-hubungan tersebut untuk mencapai kebahagiaan yang sebenarnya.
