Malam di Perpustakaan Kampus

Malam di Perpustakaan Kampus
Malam itu, perpustakaan kampus terlihat sunyi dan gelap, kecuali beberapa meja yang masih diterangi oleh lampu neon di atas. Rafka, seorang mahasiswa seni, duduk di salah satu meja, sibuk mengerjakan skripsinya. Ia mengeratkan tali tas kanvasnya yang sudah mulai pudar warnanya di bagian bahu, kemudian memulai pekerjaannya. Suara kursi kayu di perpustakaan terdengar keras ketika Rafka bergerak, membuatnya merasa tidak nyaman. Ia kemudian memutuskan untuk memindahkan tempat duduknya ke meja yang lebih sepi.

Ketika ia berjalan, ia melihat seorang gadis cantik dengan rambut panjang dan hitam, duduk di meja pojok, membaca buku dengan seksama. Rafka tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis itu, ia merasa seperti telah menemukan sesuatu yang sangat berharga. Ia kemudian memutuskan untuk mendekati gadis itu, dengan hati-hati ia berjalan menuju meja pojok.

'Maaf, apakah saya bisa duduk di sini?' Rafka bertanya dengan suara yang lembut. Gadis itu mengangkat kepala, dan Rafka melihat mata indahnya yang berwarna coklat. 'Tentu, silakan,' jawab gadis itu dengan senyum. Rafka kemudian duduk di sebelah gadis itu, dan mereka berdua mulai berbicara tentang buku yang sedang dibaca gadis itu.

Mereka berbicara tentang berbagai hal, dari buku hingga film, dan Rafka merasa seperti telah menemukan teman yang sangat baik. Ia tidak menyadari bahwa ia telah jatuh cinta dengan gadis itu, hingga ia menyadari bahwa ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis itu.

'Saya Rafka,' kata Rafka, dengan senyum. 'Saya Naura,' jawab gadis itu, dengan senyum yang lebih indah. Rafka merasa seperti telah menemukan sesuatu yang sangat berharga, dan ia tidak ingin melepaskannya.

Malam itu, Rafka dan Naura terus berbicara, hingga perpustakaan kampus ditutup. Mereka berdua kemudian berjalan keluar perpustakaan, dan Rafka merasa seperti telah menemukan cinta sejatinya. Ia tidak menyadari bahwa ia telah jatuh cinta dengan Naura, hingga ia menyadari bahwa ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Naura.

Malam itu, Rafka dan Naura terus berjalan di sekitar kampus, menikmati kesunyian dan keindahan malam. Mereka berbicara tentang segala hal, dari hobi hingga mimpi masa depan. Rafka merasa seperti telah menemukan sahabat sejati, seseorang yang bisa memahami dan mengerti dirinya. Naura juga terlihat sangat nyaman berada di dekat Rafka, dan senyumnya semakin sering muncul. Ketika mereka berjalan melewati taman kampus, Naura tiba-tiba berhenti dan menatap Rafka dengan mata yang dalam. 'Rafka, saya suka berada di dekat kamu,' katanya, suaranya lembut dan jujur. Rafka merasa hatinya berdegup kencang, dan ia tidak bisa menyembunyikan perasaannya lagi. 'Saya juga suka berada di dekat kamu, Naura,' jawabnya, dengan suara yang terasa bergetar. Mereka berdua kemudian terdiam, menikmati keheningan malam dan kehangatan suasana. Rafka merasa seperti telah menemukan sesuatu yang sangat berharga, dan ia tidak ingin melepaskannya. Beberapa hari berlalu, Rafka dan Naura semakin dekat. Mereka berdua sering bertemu di perpustakaan, berdiskusi tentang buku dan berbagi pengetahuan. Rafka merasa seperti telah menemukan partner yang sempurna, seseorang yang bisa memahami dan mendukungnya. Naura juga terlihat sangat bahagia berada di dekat Rafka, dan senyumnya semakin sering muncul. Suatu malam, ketika mereka berjalan keluar perpustakaan, Rafka tiba-tiba mengambil tangan Naura. 'Naura, saya suka kamu,' katanya, dengan suara yang terasa bergetar. Naura menatap Rafka dengan mata yang terkejut, kemudian tersenyum. 'Saya juga suka kamu, Rafka,' jawabnya, dengan suara yang lembut. Mereka berdua kemudian berpelukan, menikmati kehangatan suasana dan kebahagiaan yang mereka rasakan. Rafka merasa seperti telah menemukan cinta sejatinya, dan ia tidak ingin melepaskannya.

Pada akhirnya, Rafka dan Naura menjadi pasangan yang sangat bahagia. Mereka berdua selalu bersama, menikmati keindahan kehidupan dan kehangatan cinta. Rafka merasa seperti telah menemukan sesuatu yang sangat berharga, dan ia tidak ingin melepaskannya. Ia menyadari bahwa cinta adalah tentang memahami dan mengerti, tentang mendukung dan menyayangi. Dan ia berharap, cinta mereka akan bertahan selamanya.


💡 Pesan Moral:
Cinta adalah tentang memahami dan mengerti, tentang mendukung dan menyayangi. Dengan memahami dan mengerti, kita dapat membangun hubungan yang kuat dan bahagia.

Blog Pemikir Cerdas sebagai media untuk berbagi informasi dan tutorial simple untuk dunia IT.

Comments

Masukan sahabat sangat berarti untuk perbaikan kedepannya.
EmoticonEmoticon