Malam di Bawah Lampu Kampus

Malam di Bawah Lampu Kampus
Malam itu, langit di atas kampus terlihat sangat biru dan jernih. Lampu-lampu sorot di sekitar gedung perkuliahan memancarkan cahaya yang hangat dan menyenangkan. Di tengah-tengah keindahan itu, ada seorang mahasiswa bernama Kaito yang sedang berjalan menuju perpustakaan. Ia memakai jaket kulit coklat yang sudah mulai terlihat tua, dengan celana jeans yang dibalut oleh sepatu boots hitam yang kokoh. Rambutnya yang hitam dan lurus terlihat sedikit berantakan karena angin malam. Kaito memanggil temannya, Lysandra, yang sedang menunggu di depan perpustakaan. Lysandra memakai kemeja putih dengan rok hitam yang pendek, dan rambutnya yang merah terlihat sangat mencolok di malam hari. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam perpustakaan, yang terlihat sangat tenang dan sunyi. Suara langkah kaki mereka terdengar jelas di lantai kayu yang terkilap. Kaito dan Lysandra duduk di meja yang sama, dan mulai membuka buku dan laptop mereka. Mereka berdua kemudian terlibat dalam diskusi yang sangat serius tentang skripsi yang sedang mereka kerjakan. Waktu terus berjalan, dan malam semakin larut. Lampu-lampu sorot di luar perpustakaan semakin terlihat hangat dan nyaman. Kaito dan Lysandra terus berbicara dan tertawa, sampai akhirnya mereka menyadari bahwa waktu sudah sangat malam. Mereka berdua kemudian memutuskan untuk pulang, dan keluar dari perpustakaan. Di luar, udara malam terasa sangat sejuk dan nyaman. Kaito dan Lysandra berjalan bersama, dan mengobrol tentang rencana mereka untuk besok. Mereka berdua kemudian berpisah, dan Kaito kembali ke kosannya. Ia memasuki kamarnya, dan langsung merasa lelah. Kaito kemudian membaringkan diri di tempat tidur, dan memikirkan tentang malam yang sudah berlalu. Ia tersenyum, dan merasa sangat bahagia. Kaito kemudian tertidur, dengan perasaan yang sangat tenang dan nyaman.

Keesokan harinya, Kaito bangun dengan perasaan yang masih sangat tenang. Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke kafe kampus, untuk menikmati secangkir kopi dan sarapan pagi. Di kafe, Kaito bertemu dengan Lysandra lagi, dan mereka berdua kemudian duduk bersama. Mereka berdua mengobrol tentang rencana mereka untuk hari itu, dan tentang skripsi yang sedang mereka kerjakan. Kaito dan Lysandra kemudian memutuskan untuk pergi ke perpustakaan lagi, untuk mengerjakan skripsi mereka. Mereka berdua kemudian berjalan bersama, dan mengobrol tentang hal-hal yang mereka sukai. Di perpustakaan, Kaito dan Lysandra duduk bersama, dan mengerjakan skripsi mereka. Mereka berdua kemudian terlibat dalam diskusi yang sangat serius, dan waktu terus berjalan. Akhirnya, Kaito dan Lysandra menyadari bahwa waktu sudah sangat siang. Mereka berdua kemudian memutuskan untuk pulang, dan keluar dari perpustakaan. Di luar, udara siang terasa sangat panas dan tidak nyaman. Kaito dan Lysandra berjalan bersama, dan mengobrol tentang rencana mereka untuk besok. Mereka berdua kemudian berpisah, dan Kaito kembali ke kosannya. Ia memasuki kamarnya, dan langsung merasa lelah. Kaito kemudian membaringkan diri di tempat tidur, dan memikirkan tentang hari yang sudah berlalu. Ia tersenyum, dan merasa sangat bahagia. Kaito kemudian tertidur, dengan perasaan yang sangat tenang dan nyaman.

Hari-hari berlalu, dan Kaito serta Lysandra terus mengerjakan skripsi mereka. Mereka berdua kemudian menjadi sangat dekat, dan menghabiskan waktu bersama setiap hari. Kaito dan Lysandra kemudian menyadari bahwa mereka memiliki perasaan yang sangat dalam terhadap satu sama lain. Mereka berdua kemudian memutuskan untuk mengungkapkan perasaan mereka, dan menjadi pasangan. Kaito dan Lysandra kemudian hidup bersama, dan menghabiskan waktu bersama setiap hari. Mereka berdua sangat bahagia, dan merasa bahwa mereka telah menemukan cinta sejati.

Malam-malam yang mereka habiskan bersama di bawah lampu kampus menjadi kenangan yang indah. Kaito dan Lysandra sering duduk di bangku taman, menatap bintang-bintang yang berkelap-kelip di langit. Mereka berbicara tentang impian, harapan, dan tujuan hidup mereka. Kaito ingin menjadi penulis terkenal, sementara Lysandra ingin menjadi ilmuwan yang dapat membantu orang lain. Mereka saling mendukung dan memotivasi satu sama lain untuk mencapai tujuan mereka. Suatu malam, saat mereka sedang duduk di bangku taman, Kaito mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya. Ia membuka kotak itu dan menunjukkan sebuah cincin emas yang indah kepada Lysandra. 'Lysandra, dari pertama kali aku bertemu denganmu, aku tahu bahwa kamu adalah orang yang spesial. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Aku ingin menjadi suamimu,' kata Kaito dengan suara yang bergetar. Lysandra terkejut dan bahagia. Ia tidak menyangka bahwa Kaito akan melamarnya. 'Ya, aku ingin menjadi istrimu,' jawab Lysandra dengan air mata yang mengalir. Mereka berdua kemudian berpelukan dan mencium satu sama lain, di bawah lampu kampus yang menyinari malam. Mereka tahu bahwa mereka akan menghadapi banyak tantangan di masa depan, tetapi mereka siap untuk menghadapinya bersama. Tahun-tahun berlalu, dan Kaito serta Lysandra menikah dan memiliki anak-anak yang cantik. Mereka tetap saling mencintai dan mendukung satu sama lain, bahkan ketika mereka sudah tua. Mereka tahu bahwa cinta mereka adalah cinta sejati, yang dapat bertahan selamanya.

Pada suatu malam, saat mereka sudah tua, Kaito dan Lysandra duduk di bangku taman yang sama, menatap bintang-bintang yang berkelap-kelip di langit. Mereka berpegangan tangan dan mengingat kembali kenangan-kenangan indah yang mereka habiskan bersama. 'Aku sangat bahagia telah menemukanmu,' kata Kaito. 'Aku juga sangat bahagia telah menemukanmu,' jawab Lysandra. Mereka berdua kemudian tertidur, dengan senyum di wajah mereka, di bawah lampu kampus yang masih menyinari malam.


💡 Pesan Moral:
Cinta sejati dapat bertahan selamanya jika didasari dengan kasih sayang, saling mendukung, dan pengertian

Blog Pemikir Cerdas sebagai media untuk berbagi informasi dan tutorial simple untuk dunia IT.

Comments

Masukan sahabat sangat berarti untuk perbaikan kedepannya.
EmoticonEmoticon