Mengatasi Imposter Syndrome di Kantor: Kisahku
Aku masih ingat hari ketika aku pertama kali diundang untuk menghadapi tim manajemen perusahaan tempat aku bekerja. Aku merasa takut, aku merasa tidak layak. Aku menganggap aku adalah imposter, seseorang yang tidak berhak menjabat posisi aku. Tapi apa yang terjadi? Aku berhasil menjalankan presentasi aku dengan lancar, aku berhasil menjawab pertanyaan tim manajemen dengan percaya diri. Aku merasa seperti aku telah mencapai puncak kesuksesan.
Tapi perasaan tidak percaya diri aku tidak pernah hilang. Aku masih merasa seperti aku sedang melamar pekerjaan, aku masih merasa seperti aku sedang harus membuktikan diri aku. Aku merasa seperti aku sedang berada di atas kertas, siap untuk jatuh kapan saja.
Imposter Syndrome: Apakah Aku Sendiri?
Imposter syndrome adalah kondisi di mana seseorang merasa seperti mereka tidak layak menjabat posisi atau tidak berhak melakukan tugas mereka. Mereka merasa seperti mereka sedang berbohong dan tidak akan dapat menjalankan tugas mereka dengan baik.
Tapi apa yang membuat kita merasa seperti itu? Apakah ada beberapa hal yang membuat kita merasa seperti kita adalah imposter?
Alasan Munculnya Imposter Syndrome
Kita sering kali membuat keputusan-keputusan yang cepat, tanpa memikirkan konsekuensinya. Ini dapat membuat kita merasa seperti kita tidak berhak menjabat posisi atau tidak berhak melakukan tugas kita.
Kita sering kali merasa terancam oleh tuntutan-tuntutan yang tinggi, seperti karyawan baru yang harus menyelesaikan proyek dalam waktu singkat. Ini dapat membuat kita merasa seperti kita tidak berhak menjabat posisi atau tidak berhak melakukan tugas kita.
Kita sering kali merasa kurang percaya diri, terutama jika kita baru saja memulai karir kita. Ini dapat membuat kita merasa seperti kita tidak berhak menjabat posisi atau tidak berhak melakukan tugas kita.
Mengatasi Imposter Syndrome
Mengatasi imposter syndrome memerlukan waktu dan usaha. Berikut beberapa cara untuk mengatasi imposter syndrome:
Kita harus mengakui kekuatan kita dan kemampuan kita untuk melakukan tugas-tugas yang kita lakukan.
Kita harus siap untuk menerima kritik dan umpan balik dari orang lain. Ini dapat membantu kita meningkatkan kemampuan kita dan meningkatkan kepercayaan diri kita.
Kita harus belajar untuk menghadapi kegagalan dan untuk tidak terlalu mengkhawatirkan kegagalan.