Senja di Antara Catatan Kuliah

Senja di Antara Catatan Kuliah
Malam itu, lampu neon kampus menyinari wajah Althea yang duduk sendirian di bangku taman. Ia mengeratkan tali jaket hoodienya yang sudah mulai sobek di bagian siku, sambil memandang ke arah perpustakaan yang masih ramai mahasiswa. Suara kursi kayu yang berderak dan aroma kopi saset dari warung makan di seberang jalan memenuhi udara malam. Althea memikirkan tentang revisi skripsinya yang masih jauh dari selesai, dan bagaimana ia harus menghadapi dosen pembimbingnya yang terkenal ketat. Ia mengeluarkan notes dari tas kanvasnya yang sudah mulai pudar warnanya di bagian bahu, dan mulai menulis catatan-catatan penting untuk pertemuan besok. Saat itu, seorang mahasiswa tampan dengan rambut yang agak panjang dan mata yang tajam, berjalan menghampiri Althea. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Kieran, dan mereka mulai berbicara tentang skripsi dan kehidupan kuliah. Althea merasa nyaman dengan kehadiran Kieran, dan mereka berdua akhirnya menghabiskan malam itu dengan berbicara dan tertawa bersama.

Althea dan Kieran kemudian menjadi dekat, dan mereka sering bertemu di perpustakaan atau di taman kampus. Mereka berbagi cerita tentang kehidupan pribadi dan kegiatan sehari-hari, dan Althea merasa bahwa ia telah menemukan teman sejati. Namun, Althea tidak menyadari bahwa Kieran juga memiliki perasaan yang lebih dalam terhadapnya.

Suatu hari, Althea dan Kieran bertemu di kantin kampus, dan mereka berdua memutuskan untuk minum kopi bersama. Saat itu, Althea mengenakan kemeja putih dengan rok hitam yang membuatnya terlihat sangat cantik. Kieran tidak bisa menyembunyikan perasaannya, dan ia akhirnya mengungkapkan perasaan cintanya kepada Althea. Althea terkejut, tapi ia juga merasa bahwa ia memiliki perasaan yang sama.

Mereka berdua kemudian menjadi pasangan, dan mereka menghabiskan waktu bersama dengan melakukan kegiatan yang mereka sukai. Althea dan Kieran berjalan-jalan di sekitar kampus, menonton film bersama, dan berbicara tentang masa depan mereka. Althea merasa bahwa ia telah menemukan kebahagiaan sejati, dan ia sangat bersyukur memiliki Kieran di sampingnya.

Namun, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. Kieran harus meninggalkan kampus untuk melanjutkan studi S2 di luar negeri, dan Althea harus tetap di kampus untuk menyelesaikan skripsinya. Mereka berdua sangat sedih, tapi mereka juga berjanji untuk tetap menjaga hubungan mereka meskipun jarak yang jauh.

Althea dan Kieran kemudian berpisah, dan Althea harus menghadapi kesepian dan kesulitan dalam menyelesaikan skripsinya. Tapi ia tidak menyerah, dan ia terus berusaha dengan gigih. Ia ingat kata-kata Kieran yang toujours menguatkan dan mendukungnya, dan ia terus berjuang untuk mencapai tujuannya.

Akhirnya, Althea berhasil menyelesaikan skripsinya dan wisuda dengan predikat cum laude. Ia sangat bahagia, dan ia tidak bisa menunggu untuk bertemu Kieran lagi. Mereka berdua akhirnya bertemu kembali, dan mereka menghabiskan waktu bersama dengan sangat bahagia. Althea dan Kieran kemudian menikah, dan mereka hidup bahagia selamanya.

Althea tidak pernah menyangka bahwa hari ini akan tiba. Ia mengenakan toga wisuda dan memegang skripsi yang telah ia selesaikan dengan susah payah. Ia merasa bangga dengan dirinya sendiri dan tidak bisa menunggu untuk berbagi kabar baik ini dengan Kieran. Ketika ia berjalan menuju tempat wisuda, ia bisa merasakan kebanggaan dan kegembiraan yang tidak terhingga. Ia memikirkan semua perjuangan yang telah ia lalui dan betapa berharganya saat ini. Ia ingat kata-kata Kieran yang selalu menguatkan dan mendukungnya, dan ia tahu bahwa ia tidak akan bisa mencapai tujuannya tanpa bantuan Kieran.

Setelah upacara wisuda selesai, Althea dan Kieran bertemu kembali. Mereka berdua sangat bahagia dan tidak bisa menunggu untuk menghabiskan waktu bersama. Mereka berjalan-jalan di taman, menikmati pemandangan alam yang indah, dan berbicara tentang rencana masa depan mereka. Althea merasa bahwa ia telah menemukan pasangan hidup yang tepat, dan ia tahu bahwa ia akan selalu bahagia dengan Kieran. Kieran juga merasa bahwa Althea adalah wanita yang tepat untuknya, dan ia berjanji untuk selalu mendukung dan menguatkan Althea.

Hari-hari berikutnya, Althea dan Kieran menghabiskan waktu bersama dengan sangat bahagia. Mereka melakukan banyak hal bersama, seperti berjalan-jalan, menonton film, dan berbicara tentang impian dan tujuan mereka. Althea merasa bahwa ia telah menemukan kebahagiaan sejati dengan Kieran, dan ia tahu bahwa ia akan selalu mencintainya. Kieran juga merasa bahwa ia telah menemukan kebahagiaan sejati dengan Althea, dan ia berjanji untuk selalu mencintainya.

Akhirnya, hari pernikahan Althea dan Kieran tiba. Mereka berdua sangat bahagia dan tidak bisa menunggu untuk memulai kehidupan baru bersama. Upacara pernikahan berlangsung dengan sangat indah, dan Althea merasa bahwa ia telah menemukan kebahagiaan sejati dengan Kieran. Setelah upacara selesai, mereka berdua menghabiskan waktu bersama dengan keluarga dan teman-teman, menikmati pesta pernikahan yang meriah.

Althea dan Kieran hidup bahagia selamanya, selalu mendukung dan menguatkan satu sama lain. Mereka mengetahui bahwa kebahagiaan sejati datang dari cinta dan dukungan yang mereka berikan kepada satu sama lain. Dan Althea tidak pernah melupakan kata-kata Kieran yang telah menguatkan dan mendukungnya sepanjang perjalanan hidupnya.


💡 Pesan Moral:
Kebahagiaan sejati datang dari cinta dan dukungan yang kita berikan kepada satu sama lain, dan dengan gigih berusaha kita dapat mencapai tujuan kita.

Blog Pemikir Cerdas sebagai media untuk berbagi informasi dan tutorial simple untuk dunia IT.

Comments

Masukan sahabat sangat berarti untuk perbaikan kedepannya.
EmoticonEmoticon