Aku masih ingat saat pertama kali melihatnya, duduk sendirian di pojok perpustakaan, membaca buku teks kuliah dengan mata yang tajam. Rambutnya yang hitam dan panjang tergerai di atas meja, menyembunyikan wajahnya yang cantik. Aku tidak bisa tidak memperhatikannya, dan aku merasa penasaran tentang siapa dia sebenarnya.
Namaku adalah Zara, dan aku adalah mahasiswa tahun kedua di jurusan psikologi. Aku memiliki kebiasaan untuk selalu membawa catatan kuliah yang rapi dan teratur, dan aku selalu mencari tempat yang tenang untuk belajar. Perpustakaan kampus adalah tempat favoritku, dengan suasana yang tenang dan nyaman.
Suatu hari, ketika aku sedang belajar di perpustakaan, aku melihat gadis itu lagi. Kali ini, dia duduk di sebelahku, dan aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Dia memiliki mata yang biru dan hidung yang mancung, dengan senyum yang lembut. Aku merasa terkesan, dan aku tidak bisa tidak memperhatikannya lagi.
Kami mulai berbicara, dan aku mengetahui bahwa namanya adalah Lyndon. Dia adalah mahasiswa tahun ketiga di jurusan sastra, dan dia memiliki minat yang sama dengan aku, yaitu membaca dan menulis. Kami berbicara tentang buku dan penulis favorit kami, dan aku merasa seperti telah menemukan teman yang sejati.
Kami terus berbicara dan berbagi cerita, dan aku merasa bahwa ada sesuatu yang spesial tentang Lyndon. Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi aku merasa seperti telah menemukan seseorang yang benar-benar memahami aku.
Hari-hari berlalu, dan kami terus bertemu di perpustakaan. Kami berbicara tentang segala hal, dari kuliah hingga kehidupan pribadi. Aku merasa bahwa aku telah menemukan teman yang sejati, dan aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa Lyndon.
Hari-hari berlalu, dan kami terus bertemu di perpustakaan. Suasana perpustakaan yang sunyi dan tenang membuat kami merasa nyaman berbagi cerita. Lyndon sering membawa buku-buku yang menarik, dan aku selalu penasaran dengan rekomendasi buku terbarunya. Kami berdua akan duduk berjam-jam, membaca dan berdiskusi tentang buku yang sedang kami baca. Aku merasa bahwa aku telah menemukan teman yang tidak hanya memahami aku, tapi juga memiliki minat yang sama.
Suatu hari, ketika kami sedang berbicara tentang kehidupan pribadi, Lyndon membuka diri tentang masa lalunya. Ia menceritakan tentang kesulitan yang ia hadapi saat kecil, dan bagaimana ia harus berjuang untuk mencapai impianya. Aku mendengarkan dengan saksama, dan aku merasa terharu dengan ceritanya. Aku menyadari bahwa Lyndon tidak hanya teman yang baik, tapi juga seseorang yang telah melalui banyak tantangan.
Aku merasa bahwa aku ingin membantu Lyndon, ingin menjadi teman yang lebih baik baginya. Aku mulai membantu Lyndon dengan tugas-tugas kuliahnya, dan kami berdua akan belajar bersama. Aku merasa bahwa aku telah menemukan tujuan baru, yaitu membantu Lyndon mencapai impiannya. Kami berdua menjadi semakin dekat, dan aku merasa bahwa aku telah menemukan sahabat sejati.
Namun, tidak semua orang senang dengan hubungan kami. Beberapa orang di kampus kami mulai berspekulasi tentang hubungan kami, dan mereka mulai menyebarkan rumor bahwa kami berdua adalah pasangan. Aku merasa tidak nyaman dengan rumor tersebut, tapi Lyndon hanya tersenyum dan mengatakan bahwa ia tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan. Aku merasa bahwa Lyndon memiliki kekuatan yang aku tidak miliki, yaitu kekuatan untuk tidak peduli dengan pendapat orang lain.
Hari-hari berlalu, dan kami terus bertemu di perpustakaan. Kami berdua menjadi semakin dekat, dan aku merasa bahwa aku telah menemukan sahabat sejati. Aku menyadari bahwa persahabatan kami tidak hanya tentang berbagi cerita dan bermain bersama, tapi juga tentang saling mendukung dan membantu satu sama lain. Aku merasa bahwa aku telah menemukan sesuatu yang sangat berharga, yaitu persahabatan yang tulus dan abadi.
Dan saat senja mulai turun, kami berdua akan duduk di tangga perpustakaan, menikmati suasana yang tenang dan membicarakan tentang impian kami. Aku merasa bahwa aku telah menemukan tempat yang nyaman, yaitu di samping Lyndon. Aku menyadari bahwa persahabatan kami adalah sesuatu yang sangat istimewa, dan aku akan selalu menghargainya.
Namaku adalah Zara, dan aku adalah mahasiswa tahun kedua di jurusan psikologi. Aku memiliki kebiasaan untuk selalu membawa catatan kuliah yang rapi dan teratur, dan aku selalu mencari tempat yang tenang untuk belajar. Perpustakaan kampus adalah tempat favoritku, dengan suasana yang tenang dan nyaman.
Suatu hari, ketika aku sedang belajar di perpustakaan, aku melihat gadis itu lagi. Kali ini, dia duduk di sebelahku, dan aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Dia memiliki mata yang biru dan hidung yang mancung, dengan senyum yang lembut. Aku merasa terkesan, dan aku tidak bisa tidak memperhatikannya lagi.
Kami mulai berbicara, dan aku mengetahui bahwa namanya adalah Lyndon. Dia adalah mahasiswa tahun ketiga di jurusan sastra, dan dia memiliki minat yang sama dengan aku, yaitu membaca dan menulis. Kami berbicara tentang buku dan penulis favorit kami, dan aku merasa seperti telah menemukan teman yang sejati.
Kami terus berbicara dan berbagi cerita, dan aku merasa bahwa ada sesuatu yang spesial tentang Lyndon. Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi aku merasa seperti telah menemukan seseorang yang benar-benar memahami aku.
Hari-hari berlalu, dan kami terus bertemu di perpustakaan. Kami berbicara tentang segala hal, dari kuliah hingga kehidupan pribadi. Aku merasa bahwa aku telah menemukan teman yang sejati, dan aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa Lyndon.
Hari-hari berlalu, dan kami terus bertemu di perpustakaan. Suasana perpustakaan yang sunyi dan tenang membuat kami merasa nyaman berbagi cerita. Lyndon sering membawa buku-buku yang menarik, dan aku selalu penasaran dengan rekomendasi buku terbarunya. Kami berdua akan duduk berjam-jam, membaca dan berdiskusi tentang buku yang sedang kami baca. Aku merasa bahwa aku telah menemukan teman yang tidak hanya memahami aku, tapi juga memiliki minat yang sama.
Suatu hari, ketika kami sedang berbicara tentang kehidupan pribadi, Lyndon membuka diri tentang masa lalunya. Ia menceritakan tentang kesulitan yang ia hadapi saat kecil, dan bagaimana ia harus berjuang untuk mencapai impianya. Aku mendengarkan dengan saksama, dan aku merasa terharu dengan ceritanya. Aku menyadari bahwa Lyndon tidak hanya teman yang baik, tapi juga seseorang yang telah melalui banyak tantangan.
Aku merasa bahwa aku ingin membantu Lyndon, ingin menjadi teman yang lebih baik baginya. Aku mulai membantu Lyndon dengan tugas-tugas kuliahnya, dan kami berdua akan belajar bersama. Aku merasa bahwa aku telah menemukan tujuan baru, yaitu membantu Lyndon mencapai impiannya. Kami berdua menjadi semakin dekat, dan aku merasa bahwa aku telah menemukan sahabat sejati.
Namun, tidak semua orang senang dengan hubungan kami. Beberapa orang di kampus kami mulai berspekulasi tentang hubungan kami, dan mereka mulai menyebarkan rumor bahwa kami berdua adalah pasangan. Aku merasa tidak nyaman dengan rumor tersebut, tapi Lyndon hanya tersenyum dan mengatakan bahwa ia tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan. Aku merasa bahwa Lyndon memiliki kekuatan yang aku tidak miliki, yaitu kekuatan untuk tidak peduli dengan pendapat orang lain.
Hari-hari berlalu, dan kami terus bertemu di perpustakaan. Kami berdua menjadi semakin dekat, dan aku merasa bahwa aku telah menemukan sahabat sejati. Aku menyadari bahwa persahabatan kami tidak hanya tentang berbagi cerita dan bermain bersama, tapi juga tentang saling mendukung dan membantu satu sama lain. Aku merasa bahwa aku telah menemukan sesuatu yang sangat berharga, yaitu persahabatan yang tulus dan abadi.
Dan saat senja mulai turun, kami berdua akan duduk di tangga perpustakaan, menikmati suasana yang tenang dan membicarakan tentang impian kami. Aku merasa bahwa aku telah menemukan tempat yang nyaman, yaitu di samping Lyndon. Aku menyadari bahwa persahabatan kami adalah sesuatu yang sangat istimewa, dan aku akan selalu menghargainya.
💡 Pesan Moral:
Persahabatan yang tulus dan abadi dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga dan mengubah hidup kita menjadi lebih baik.
Persahabatan yang tulus dan abadi dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga dan mengubah hidup kita menjadi lebih baik.
