Senja di Antara Lembaran Skripsi

Senja di Antara Lembaran Skripsi
Aurora mengeratkan tali tas kanvasnya yang sudah mulai pudar warnanya di bagian bahu, mengambil napas dalam-dalam sebelum memasuki perpustakaan kampus. Suara kursi kayu yang berderak dan aroma kopi saset dari warung seberang membuatnya merasa nyaman. Ia duduk di meja favoritnya, membuka laptop dan memulai revisi skripsi yang sudah menghabiskan banyak waktunya. Tiba-tiba, ia mendengar suara yang familiar, 'Aurora, apa kabar?' Ia menoleh dan melihat sosok yang sudah lama tidak dilihat, Ethan, mantan kekasihnya. Mereka berdua bertemu di kampus setelah berbulan-bulan tidak berbicara.

Aurora merasa canggung, tetapi Ethan terlihat santai, 'Aku hanya ingin tahu, bagaimana skripsimu?' Ia menjawab, 'Sedang dalam proses, masih banyak yang harus diperbaiki.' Ethan mengangguk, 'Aku yakin kamu bisa melakukannya.' Mereka berdua berbicara tentang skripsi dan kehidupan kuliah, seperti dulu. Namun, Aurora tidak dapat menyangkal perasaan yang masih ada di hatinya.

Setelah beberapa jam berbicara, Ethan harus pergi, 'Aku harus ke kelas, tapi aku senang kita bisa bertemu lagi.' Aurora tersenyum, 'Aku juga.' Ia menonton Ethan pergi, merasa bahwa masih ada harapan untuk mereka. Ia kembali fokus pada skripsinya, merasa lebih termotivasi untuk menyelesaikannya. Malam itu, Aurora pulang ke kosannya, merenungkan tentang pertemuannya dengan Ethan dan tentang skripsinya yang masih belum selesai.

Keesokan paginya, Aurora menerima pesan dari Ethan, 'Hai, aku ingin bertemu lagi, mungkin kita bisa makan siang bersama?' Ia merasa gembira, 'Tentu, aku ingin bertemu lagi.' Mereka berdua janji untuk bertemu lagi, dan Aurora merasa bahwa ini mungkin awal dari sesuatu yang baru.

Aurora melanjutkan revisi skripsinya, merasa lebih termotivasi dan fokus. Ia tahu bahwa skripsinya masih belum selesai, tetapi ia yakin bahwa ia bisa melakukannya. Ia juga tahu bahwa pertemuannya dengan Ethan masih belum jelas, tetapi ia ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Hari-hari berlalu, Aurora dan Ethan terus bertemu, berbicara tentang skripsi dan kehidupan kuliah. Mereka berdua semakin dekat, dan Aurora merasa bahwa perasaannya kepada Ethan masih ada. Namun, ia tidak ingin terlalu berharap, karena ia tahu bahwa mereka masih belum memiliki hubungan yang jelas.

Suatu hari, Ethan mengajak Aurora untuk pergi ke taman kampus, 'Aku ingin berbicara tentang sesuatu.' Ia merasa penasaran, 'Apa itu?' Ethan menjawab, 'Aku ingin tahu, apakah kamu masih memiliki perasaan untukku?' Aurora terkejut, 'Aku... aku tidak tahu.' Ethan tersenyum, 'Aku masih memiliki perasaan untukmu, Aurora.'

Aurora merasa terkejut, tetapi juga merasa gembira. Ia tahu bahwa ini mungkin awal dari sesuatu yang baru, sesuatu yang bisa membuatnya bahagia. Ia menjawab, 'Aku juga masih memiliki perasaan untukmu, Ethan.' Mereka berdua berpelukan, merasa bahwa mereka telah menemukan kembali apa yang mereka miliki sebelumnya.

Namun, cerita ini belum berakhir, karena Aurora dan Ethan masih harus menghadapi banyak tantangan, termasuk menyelesaikan skripsi dan membangun hubungan yang lebih serius. Mereka berdua tahu bahwa mereka masih memiliki jalan panjang untuk dilalui, tetapi mereka siap untuk menghadapinya bersama.

Mereka berdua berjalan keluar dari kafe, menyusuri jalan yang sunyi. Langit senja membentang di atas mereka, memberikan cahaya hangat yang membasuh wajah mereka. Aurora dan Ethan saling bergandengan tangan, merasakan kehangatan dan kenyamanan yang mereka temukan kembali. Mereka berjalan tanpa tujuan, hanya menikmati kebersamaan dan kesunyian malam. Setelah berjalan beberapa blok, mereka tiba di sebuah taman kecil yang tersembunyi di antara bangunan kota. Taman itu dipenuhi dengan bunga yang mekar, dan udara yang harum. Mereka duduk di sebuah bangku, dan memandang ke langit yang bertabur bintang. 'Aku rindu ini,' kata Aurora, 'rindu kebersamaan kita.' Ethan memandangnya, dan tersenyum. 'Aku juga, Rory. Aku juga.' Mereka berdua diam sejenak, menikmati keheningan dan kehangatan malam. Lalu, Ethan memecahkan keheningan. 'Kita harus mulai menyelesaikan skripsi kita,' katanya. 'Kita tidak bisa terus menunda.' Aurora mengangguk, 'Aku tahu. Aku sudah memulai penelitian, tapi aku masih kesulitan dengan metodologi.' Ethan tersenyum, 'Aku bisa membantu. Kita bisa bekerja sama.' Mereka berdua mulai membicarakan rencana mereka, dan bagaimana mereka akan menyelesaikan skripsi mereka. Mereka berdua merasa lebih percaya diri, dan lebih siap untuk menghadapi tantangan yang akan datang. Beberapa minggu berlalu, dan Aurora serta Ethan terus bekerja sama. Mereka berdua membuat jadwal, dan membagi tugas. Mereka berdua bekerja keras, dan mulai melihat hasil. Skripsi mereka mulai takeshape, dan mereka berdua merasa lebih yakin. Mereka berdua juga mulai membangun hubungan yang lebih serius. Mereka berdua mulai membicarakan rencana masa depan, dan bagaimana mereka akan menghadapi tantangan yang akan datang. Mereka berdua merasa lebih dekat, dan lebih saling memahami. Suatu malam, mereka berdua duduk di sebuah restoran, menikmati makan malam bersama. 'Aku merasa sangat bahagia,' kata Aurora. 'Aku juga,' kata Ethan. 'Aku merasa seperti aku telah menemukan kembali apa yang aku miliki sebelumnya.' Aurora tersenyum, 'Aku juga.' Mereka berdua diam sejenak, menikmati kehangatan dan keheningan malam. Lalu, Ethan memecahkan keheningan. 'Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu,' katanya. 'Aku juga,' kata Aurora. Mereka berdua berpelukan, merasakan kehangatan dan kebahagiaan yang mereka temukan kembali. Mereka berdua tahu bahwa mereka masih memiliki jalan panjang untuk dilalui, tapi mereka siap untuk menghadapinya bersama.

Pada akhirnya, Aurora dan Ethan berhasil menyelesaikan skripsi mereka, dan membangun hubungan yang lebih serius. Mereka berdua membuktikan bahwa cinta dan kerja sama dapat mengatasi tantangan apa pun. Mereka berdua menemukan kembali apa yang mereka miliki sebelumnya, dan membuktikan bahwa cinta sejati dapat bertahan meskipun menghadapi kesulitan.


💡 Pesan Moral:
Cinta sejati dapat bertahan meskipun menghadapi kesulitan, dan kerja sama dapat mengatasi tantangan apa pun.

Blog Pemikir Cerdas sebagai media untuk berbagi informasi dan tutorial simple untuk dunia IT.

Comments

Masukan sahabat sangat berarti untuk perbaikan kedepannya.
EmoticonEmoticon