Senja di Antara Lembaran Tugas Akhir

Senja di Antara Lembaran Tugas Akhir
Di sebuah kampus yang tenang, suasana senja mulai menyelimuti bangunan-bangunan tua. Mahasiswa-mahasiswa sibuk menyelesaikan tugas akhir mereka, termasuk Vynessa, seorang mahasiswa jurusan desain grafis yang sedang berjuang menyelesaikan proyek akhirnya. Vynessa memiliki rambut panjang berwarna coklat yang tergerai di punggungnya, dan matanya yang berwarna hijau selalu terlihat lelah karena kurang tidur. Ia mengeratkan tali tas kanvasnya yang sudah mulai pudar warnanya di bagian bahu, dan memulai perjalanan menuju perpustakaan kampus untuk mencari referensi tambahan.

Saat berjalan, Vynessa bertemu dengan seorang mahasiswa bernama Kaidon, yang sedang duduk di bangku taman kampus, menatap ke arah matahari terbenam. Kaidon memiliki rambut pendek berwarna hitam yang selalu terlihat rapi, dan matanya yang berwarna biru selalu terlihat dalam. Ia memakai kemeja putih yang terlihat bersih, dan celana jeans yang terlihat pas di tubuhnya. Vynessa merasa penasaran dengan Kaidon, dan memutuskan untuk mendekatinya. 'Hai, apa yang kamu lakukan di sini?' tanya Vynessa, mencoba terdengar santai.

Kaidon menatap Vynessa, dan tersenyum. 'Hai, aku hanya menikmati pemandangan senja,' jawabnya, menunjuk ke arah matahari terbenam. Vynessa mengikuti arah jarinya, dan melihat keindahan alam yang terbentang di depannya. Ia merasa terkesan, dan memutuskan untuk duduk di samping Kaidon. Mereka berdua kemudian mengobrol tentang kehidupan, impian, dan harapan mereka. Vynessa merasa nyaman berbicara dengan Kaidon, dan memutuskan untuk menghabiskan waktu bersamanya.

Hari-hari berlalu, dan Vynessa serta Kaidon semakin dekat. Mereka berdua sering bertemu di perpustakaan, dan membantu satu sama lain menyelesaikan tugas akhir mereka. Vynessa merasa bahagia, dan memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya kepada Kaidon. Ia menulis surat, dan memberikannya kepada Kaidon saat mereka berdua sedang berjalan di taman kampus.

Kaidon membaca surat itu, dan tersenyum. Ia merasa bahagia, dan memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya juga. 'Aku juga menyukaimu, Vynessa,' kata Kaidon, menatap Vynessa dengan mata yang berbinar. Vynessa merasa bahagia, dan memutuskan untuk memeluk Kaidon. Mereka berdua kemudian berciuman, di bawah langit senja yang indah.

Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Vynessa dan Kaidon harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus berpisah setelah lulus kuliah. Vynessa merasa sedih, dan memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama Kaidon sebanyak mungkin. Mereka berdua kemudian menghabiskan hari-hari terakhir mereka di kampus, dan memutuskan untuk tetap menjaga hubungan mereka meskipun mereka berpisah.


💡 Pesan Moral:
Keberanian mengungkapkan perasaan seringkali lebih penting daripada kesempurnaan sebuah karya.

Blog Pemikir Cerdas sebagai media untuk berbagi informasi dan tutorial simple untuk dunia IT.

Comments

Masukan sahabat sangat berarti untuk perbaikan kedepannya.
EmoticonEmoticon