Senja di Balik Jendela Kosan

Senja di Balik Jendela Kosan
Arya memandang keluar jendela kosannya, menatap senja yang perlahan memudar di langit. Ia mengeratkan tali tas kanvasnya yang sudah mulai pudar warnanya di bagian bahu, kemudian mengambil napas dalam-dalam sebelum memulai revisi skripsinya. Suara kursi kayu di perpustakaan kampus masih terngiang di telinganya, mengingatkannya tentang pertemuan dengan dosen pembimbing yang berakhir dengan kekecewaan. Arya merasa frustrasi, tetapi ia tahu bahwa ia tidak bisa menyerah now. Dia mengambil secangkir kopi saset dari meja dan meminumnya, merasakan aroma pahit yang familiar. Ketika ia mulai mengetik di laptopnya, pikirannya melayang kepada sosok yang telah menjadi inspirasinya, yaitu Laksana. Laksana, yang selalu ada di sampingnya, mendengarkan keluhannya, dan memberinya motivasi untuk terus maju. Arya masih ingat saat pertama kali mereka bertemu di kampus, saat Laksana membantunya mencari buku di perpustakaan. Sejak itu, mereka menjadi dekat, dan Arya merasa telah menemukan teman sejati. Namun, Arya tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya kepada Laksana, takut bahwa hubungan mereka akan berubah. Arya menghela napas, mengusir pikiran itu dan fokus pada skripsinya. Ia tahu bahwa ia harus menyelesaikan ini, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk Laksana, yang telah percaya padanya. Ketika senja telah berganti menjadi malam, Arya menyimpan laptopnya dan memandang keluar jendela lagi. Ia merasa lega, karena ia telah membuat kemajuan, dan ia tahu bahwa ia akan berhasil. Arya memejamkan mata, merasakan kelelahan, tetapi juga merasakan harapan. Besok, ia akan melanjutkan perjuangannya, dengan Laksana di sampingnya.

Arya memejamkan mata, merasakan kelelahan, tetapi juga merasakan harapan. Besok, ia akan melanjutkan perjuangannya, dengan Laksana di sampingnya. Ia membayangkan senyum Laksana, yang selalu membuatnya merasa lebih kuat. Ketika ia membuka mata kembali, ia melihat cahaya bulan yang masuk melalui jendela, menerangi ruangan kosannya. Ia merasa nyaman, merasa bahwa ia telah menemukan tempatnya di dunia ini. Arya berdiri, meregangkan tubuhnya, dan berjalan ke arah jendela. Ia membuka jendela, merasakan udara malam yang sejuk, dan melihat ke luar. Ia melihat bintang-bintang yang berkelap-kelip, dan merasa bahwa ia adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar. Ia merasa bahwa ia tidak sendirian, bahwa ada orang-orang lain di luar sana yang juga berjuang, yang juga berharap. Arya kembali ke meja, mengambil laptopnya, dan membuka dokumen skripsinya. Ia membaca apa yang telah ia tulis, dan merasa bahwa ia telah membuat kemajuan. Ia memulai menulis lagi, kata demi kata, kalimat demi kalimat. Ia menulis tentang harapannya, tentang impianya, tentang perjuangannya. Ia menulis tentang Laksana, tentang senyumnya, tentang kepercayaannya. Arya menulis sampai pagi, sampai cahaya matahari masuk melalui jendela, menerangi ruangan kosannya. Ia merasa lelah, tetapi juga merasa puas. Ia tahu bahwa ia telah membuat kemajuan, bahwa ia telah melangkah lebih dekat ke tujuannya. Arya menyimpan laptopnya, dan memandang keluar jendela lagi. Ia melihat cahaya matahari, yang membuatnya merasa harapan. Ia tahu bahwa ia akan berhasil, bahwa ia akan menyelesaikan skripsinya, bahwa ia akan membuat Laksana bangga. Arya memejamkan mata, merasakan kelelahan, tetapi juga merasakan harapan. Ia tahu bahwa ia tidak sendirian, bahwa ada orang-orang lain di luar sana yang juga berjuang, yang juga berharap. Ia tahu bahwa ia adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang lebih penting. Dan dengan itu, Arya merasa damai, merasa bahwa ia telah menemukan tempatnya di dunia ini. Ia membuka mata, dan melihat ke luar jendela, ke arah cahaya matahari yang membuatnya merasa harapan. Ia tersenyum, merasakan bahwa ia telah menemukan jawaban atas pertanyaannya. Ia tahu bahwa ia akan berhasil, bahwa ia akan membuat Laksana bangga, bahwa ia akan menemukan kebahagiaan. Dan dengan senyum itu, Arya memulai hari barunya, hari yang penuh dengan harapan, hari yang penuh dengan impian.


💡 Pesan Moral:
Jangan pernah menyerah pada impianmu, karena dengan harapan dan perjuangan, kita dapat mencapai tujuan kita dan menemukan kebahagiaan.

Blog Pemikir Cerdas sebagai media untuk berbagi informasi dan tutorial simple untuk dunia IT.

Comments

Masukan sahabat sangat berarti untuk perbaikan kedepannya.
EmoticonEmoticon