Senja di Pinggir Kampus

Senja di Pinggir Kampus
Matahari menyembunyikan diri di balik bangunan kampus, meninggalkan senja yang hangat dan lembut. Aria, seorang mahasiswa jurusan sastra, duduk di pinggir jalan kampus, memandang ke arah cakrawala yang berwarna jingga. Ia mengenakan kardigan merah muda yang tipis, dan rambutnya yang panjang tergerai di belakangnya. Aria memegang sebuah buku puisi yang sudah lama ia baca, dan ia merasa nyaman dengan suasana senja yang tenang. Tiba-tiba, ia mendengar suara sepatu yang berjalan menuju ke arahnya. Aria menoleh ke samping, dan ia melihat seorang pemuda yang tampan dengan rambut hitam yang rapi, dan mata yang biru yang cerah. Pemuda itu memperkenalkan dirinya sebagai Kaid, seorang mahasiswa jurusan teknologi informasi. Mereka berdua mulai berbicara, dan Aria merasa nyaman dengan kehadiran Kaid. Mereka berbicara tentang buku, musik, dan kehidupan kampus. Aria merasa seperti telah menemukan seorang teman yang sejati. Namun, saat mereka berdua sedang asyik berbicara, Aria tiba-tiba merasa canggung karena ia menyadari bahwa ia telah jatuh cinta dengan Kaid. Ia tidak tahu harus berbuat apa, dan ia merasa takut untuk mengungkapkan perasaannya. Aria memutuskan untuk menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya, dan ia berharap bahwa Kaid juga merasakan hal yang sama.

Hari-hari berlalu, dan Aria serta Kaid semakin dekat. Mereka berdua menghabiskan waktu bersama, dan Aria merasa seperti telah menemukan kebahagiaan yang sejati. Namun, Aria masih belum berani untuk mengungkapkan perasaannya. Ia takut bahwa Kaid tidak akan merasakan hal yang sama, dan ia tidak ingin kehilangan persahabatan mereka. Aria memutuskan untuk menunggu waktu yang tepat, dan ia berharap bahwa suatu hari nanti, ia akan dapat mengungkapkan perasaannya.

Suatu hari, saat mereka berdua sedang berjalan di kampus, Kaid tiba-tiba berhenti dan memandang Aria dengan mata yang serius. Aria merasa canggung, dan ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Kaid memulai berbicara, dan Aria mendengarkan dengan hati yang berdebar. Kaid mengatakan bahwa ia telah menyadari perasaannya terhadap Aria, dan ia ingin mengungkapkan perasaannya. Aria merasa seperti telah mendengar suara malaikat, dan ia tidak dapat percaya bahwa Kaid juga merasakan hal yang sama.

Aria dan Kaid berdua memandang mata each other, dan mereka berdua tahu bahwa mereka telah menemukan cinta yang sejati. Mereka berdua memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama, dan mereka berdua tahu bahwa mereka akan selalu bersama. Aria merasa seperti telah menemukan kebahagiaan yang sejati, dan ia tahu bahwa ia tidak akan pernah meninggalkan Kaid.

Aria dan Kaid berjalan berdampingan, menikmati senja yang membasuh kampus dengan warna keemasan. Mereka tidak perlu banyak bicara, karena apa yang mereka rasakan sudah cukup untuk memahami satu sama lain. Langkah mereka serempak, seolah-olah mereka telah berjalan bersama selama bertahun-tahun. Aria merasa nyaman dengan kehadiran Kaid, seperti telah menemukan tempat yang paling aman di dunia. Kaid, di sisi lain, tidak bisa berhenti memandang Aria, karena dia takjub dengan kecantikan dan kepolosan yang memancar dari wajahnya. Mereka berdua tahu bahwa cinta mereka masih dalam tahap awal, tapi mereka tidak sabar untuk menjelajahi setiap momen bersama. Saat berjalan, Aria dan Kaid bertemu dengan beberapa teman mereka, yang dengan gembira menyambut kabar tentang hubungan baru mereka. Teman-teman mereka riang gembira, memberikan selamat dan berharap semoga cinta mereka bertahan lama. Aria dan Kaid tersenyum, merasa bahagia karena telah diterima oleh lingkungan sekitar. Mereka berdua memutuskan untuk menghabiskan malam itu bersama, menikmati makan malam di kafe kecil di dekat kampus. Suasana kafe yang cozy dan musik jazz yang lembut membuat mereka merasa seperti berada di dunia lain. Mereka bercakap tentang mimpi, harapan, dan aspirasi mereka, dan Aria merasa seperti telah menemukan seseorang yang benar-benar memahaminya. Kaid, dengan lembut, mengambil tangan Aria, dan Aria merasa jantungnya berdegup lebih kencang. Mereka berdua tahu bahwa mereka telah menemukan sesuatu yang spesial, sesuatu yang akan membuat mereka bahagia selama-lamanya. Saat malam semakin larut, Aria dan Kaid memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kampus, menikmati udara malam yang sejuk dan bintang-bintang yang berkelap-kelip di langit. Mereka berdua berhenti di sebuah tempat yang biasa mereka kunjungi, sebuah tempat yang memiliki kenangan spesial bagi mereka. Aria dan Kaid duduk bersama, memandang ke langit, dan merenungkan tentang jalan mereka hingga saat ini. Mereka berdua tahu bahwa mereka masih memiliki banyak tantangan di depan, tapi mereka yakin bahwa mereka akan menghadapinya bersama. Dan saat itulah, Kaid berbalik kepada Aria, memandangnya dengan mata yang penuh cinta, dan berkata, 'Aku mencintaimu, Aria.' Aria, dengan suara yang bergetar, menjawab, 'Aku juga mencintaimu, Kaid.' Mereka berdua memeluk, dan saat itu, mereka tahu bahwa mereka akan selalu bersama, tidak peduli apa pun yang terjadi.


💡 Pesan Moral:
Cinta sejati datang ketika kita menemukan seseorang yang memahami kita dengan baik, dan bersedia untuk menghadapi segala tantangan bersama.

Blog Pemikir Cerdas sebagai media untuk berbagi informasi dan tutorial simple untuk dunia IT.

Comments

Masukan sahabat sangat berarti untuk perbaikan kedepannya.
EmoticonEmoticon