Aurora memandang lekat pada lembaran skripsinya yang masih kosong, hanya ada judul yang tercetak tebal di bagian atas. Ia mengeratkan tali tas kanvasnya yang sudah mulai pudar warnanya di bagian bahu, kemudian berjalan menuju perpustakaan kampus. Suara kursi kayu yang berderak ketika ia duduk di meja yang sudah dipilihnya sejak pagi menjadi salah satu suara yang paling familiar baginya. Di sampingnya, terdapat tas kanvas miliknya yang berisi berbagai macam buku referensi dan beberapa lembar catatan yang sudah dipelajari berulang kali.
Aurora kemudian memulai pekerjaannya, mengetikkan kata demi kata di lembaran skripsinya. Ia berhenti sejenak ketika mendengar suara langkah kaki di belakangnya, dan ketika ia menoleh, ia melihat sosok cowok yang duduk di sebelahnya, cowok yang sering ia lihat di kelas tetapi tidak pernah berbicara dengannya. Cowok itu bernama Elijah, dan ia memiliki mata yang tajam dan rambut yang selalu rapi. Ia memperkenalkan diri dan mereka berdua kemudian berbincang tentang skripsi dan berbagai hal lainnya.
Hari demi hari, Aurora dan Elijah terus bertemu di perpustakaan, saling membantu dan berdiskusi tentang skripsi mereka. Mereka berdua semakin dekat dan Aurora merasa bahwa ia telah menemukan seseorang yang benar-benar mengerti dirinya. Namun, ketika mereka berdua sedang berbincang tentang rencana masa depan, Elijah mengungkapkan bahwa ia akan melanjutkan studinya di luar negeri setelah lulus. Aurora merasa bahwa ia kehilangan sesuatu yang sangat berharga, tetapi ia tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada Elijah.
Aurora dan Elijah terus bertemu dan berbincang tentang skripsi dan berbagai hal lainnya, tetapi Aurora tidak bisa menghilangkan perasaan sedih yang ia rasakan ketika memikirkan tentang Elijah yang akan pergi. Ia berharap bahwa ia bisa mengungkapkan perasaannya kepada Elijah sebelum ia pergi, tetapi ia tidak tahu bagaimana caranya. Sementara itu, Elijah semakin dekat dengan Aurora dan ia mulai merasakan perasaan yang sama kepada Aurora. Namun, ia tidak berani mengungkapkan perasaannya karena ia tidak ingin membuat Aurora merasa tidak nyaman.
Hari-hari berlalu, dan Elijah semakin sering mengunjungi Aurora di perpustakaan. Mereka akan duduk bersama selama berjam-jam, membahas tentang skripsi dan berbagai hal lainnya. Aurora merasa nyaman dengan kehadiran Elijah, tetapi ia tidak bisa menghilangkan perasaan sedih yang ia rasakan ketika memikirkan tentang Elijah yang akan pergi. Ia berharap bahwa ia bisa mengungkapkan perasaannya kepada Elijah sebelum ia pergi, tetapi ia tidak tahu bagaimana caranya.
Suatu hari, ketika mereka sedang duduk bersama di perpustakaan, Elijah tiba-tiba bertanya kepada Aurora tentang rencana masa depannya. Aurora terkejut dengan pertanyaan tersebut dan tidak tahu bagaimana menjawabnya. Ia hanya mengatakan bahwa ia belum memiliki rencana yang jelas dan masih fokus pada skripsinya. Elijah mendengarkan jawaban Aurora dengan sabar dan kemudian mengatakan bahwa ia juga belum memiliki rencana yang jelas, tetapi ia tahu bahwa ia ingin melakukan sesuatu yang bermakna.
Aurora merasa terharu dengan perkataan Elijah dan ia mulai merasakan perasaan yang sama kepada Elijah. Ia ingin mengungkapkan perasaannya, tetapi ia masih ragu-ragu. Elijah juga merasakan perasaan yang sama, tetapi ia tidak berani mengungkapkannya karena ia tidak ingin membuat Aurora merasa tidak nyaman.
Kemudian, Elijah memutuskan untuk mengajak Aurora pergi ke taman di dekat kampus. Mereka berjalan bersama, menikmati pemandangan alam yang indah dan berbicara tentang berbagai hal. Aurora merasa sangat nyaman dengan kehadiran Elijah dan ia mulai merasakan perasaan yang sama kepada Elijah. Ia ingin mengungkapkan perasaannya, tetapi ia masih ragu-ragu.
Saat mereka berjalan, Elijah tiba-tiba berhenti dan memandang Aurora dengan mata yang dalam. Aurora merasa terharu dengan pandangan Elijah dan ia mulai merasakan perasaan yang sama. Elijah kemudian mengambil tangan Aurora dan mengatakan bahwa ia sangat menyukai Aurora dan ingin menghabiskan waktu bersamanya. Aurora merasa sangat gembira dan ia mengatakan bahwa ia juga menyukai Elijah.
Mereka berdua kemudian berpelukan dan menikmati kebahagiaan yang mereka rasakan. Mereka tahu bahwa mereka masih memiliki banyak tantangan di masa depan, tetapi mereka siap untuk menghadapinya bersama. Saat senja mulai turun, mereka berdua duduk bersama di taman, menikmati pemandangan alam yang indah dan berbicara tentang rencana masa depan mereka. Mereka tahu bahwa mereka akan selalu bersama, tidak peduli apa pun yang terjadi.
Aurora kemudian memulai pekerjaannya, mengetikkan kata demi kata di lembaran skripsinya. Ia berhenti sejenak ketika mendengar suara langkah kaki di belakangnya, dan ketika ia menoleh, ia melihat sosok cowok yang duduk di sebelahnya, cowok yang sering ia lihat di kelas tetapi tidak pernah berbicara dengannya. Cowok itu bernama Elijah, dan ia memiliki mata yang tajam dan rambut yang selalu rapi. Ia memperkenalkan diri dan mereka berdua kemudian berbincang tentang skripsi dan berbagai hal lainnya.
Hari demi hari, Aurora dan Elijah terus bertemu di perpustakaan, saling membantu dan berdiskusi tentang skripsi mereka. Mereka berdua semakin dekat dan Aurora merasa bahwa ia telah menemukan seseorang yang benar-benar mengerti dirinya. Namun, ketika mereka berdua sedang berbincang tentang rencana masa depan, Elijah mengungkapkan bahwa ia akan melanjutkan studinya di luar negeri setelah lulus. Aurora merasa bahwa ia kehilangan sesuatu yang sangat berharga, tetapi ia tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada Elijah.
Aurora dan Elijah terus bertemu dan berbincang tentang skripsi dan berbagai hal lainnya, tetapi Aurora tidak bisa menghilangkan perasaan sedih yang ia rasakan ketika memikirkan tentang Elijah yang akan pergi. Ia berharap bahwa ia bisa mengungkapkan perasaannya kepada Elijah sebelum ia pergi, tetapi ia tidak tahu bagaimana caranya. Sementara itu, Elijah semakin dekat dengan Aurora dan ia mulai merasakan perasaan yang sama kepada Aurora. Namun, ia tidak berani mengungkapkan perasaannya karena ia tidak ingin membuat Aurora merasa tidak nyaman.
Hari-hari berlalu, dan Elijah semakin sering mengunjungi Aurora di perpustakaan. Mereka akan duduk bersama selama berjam-jam, membahas tentang skripsi dan berbagai hal lainnya. Aurora merasa nyaman dengan kehadiran Elijah, tetapi ia tidak bisa menghilangkan perasaan sedih yang ia rasakan ketika memikirkan tentang Elijah yang akan pergi. Ia berharap bahwa ia bisa mengungkapkan perasaannya kepada Elijah sebelum ia pergi, tetapi ia tidak tahu bagaimana caranya.
Suatu hari, ketika mereka sedang duduk bersama di perpustakaan, Elijah tiba-tiba bertanya kepada Aurora tentang rencana masa depannya. Aurora terkejut dengan pertanyaan tersebut dan tidak tahu bagaimana menjawabnya. Ia hanya mengatakan bahwa ia belum memiliki rencana yang jelas dan masih fokus pada skripsinya. Elijah mendengarkan jawaban Aurora dengan sabar dan kemudian mengatakan bahwa ia juga belum memiliki rencana yang jelas, tetapi ia tahu bahwa ia ingin melakukan sesuatu yang bermakna.
Aurora merasa terharu dengan perkataan Elijah dan ia mulai merasakan perasaan yang sama kepada Elijah. Ia ingin mengungkapkan perasaannya, tetapi ia masih ragu-ragu. Elijah juga merasakan perasaan yang sama, tetapi ia tidak berani mengungkapkannya karena ia tidak ingin membuat Aurora merasa tidak nyaman.
Kemudian, Elijah memutuskan untuk mengajak Aurora pergi ke taman di dekat kampus. Mereka berjalan bersama, menikmati pemandangan alam yang indah dan berbicara tentang berbagai hal. Aurora merasa sangat nyaman dengan kehadiran Elijah dan ia mulai merasakan perasaan yang sama kepada Elijah. Ia ingin mengungkapkan perasaannya, tetapi ia masih ragu-ragu.
Saat mereka berjalan, Elijah tiba-tiba berhenti dan memandang Aurora dengan mata yang dalam. Aurora merasa terharu dengan pandangan Elijah dan ia mulai merasakan perasaan yang sama. Elijah kemudian mengambil tangan Aurora dan mengatakan bahwa ia sangat menyukai Aurora dan ingin menghabiskan waktu bersamanya. Aurora merasa sangat gembira dan ia mengatakan bahwa ia juga menyukai Elijah.
Mereka berdua kemudian berpelukan dan menikmati kebahagiaan yang mereka rasakan. Mereka tahu bahwa mereka masih memiliki banyak tantangan di masa depan, tetapi mereka siap untuk menghadapinya bersama. Saat senja mulai turun, mereka berdua duduk bersama di taman, menikmati pemandangan alam yang indah dan berbicara tentang rencana masa depan mereka. Mereka tahu bahwa mereka akan selalu bersama, tidak peduli apa pun yang terjadi.
💡 Pesan Moral:
Cinta dapat ditemukan dalam momen-momen kecil dan tidak terduga, dan penting untuk mengungkapkan perasaan kita kepada orang yang kita cintai sebelum terlambat.
Cinta dapat ditemukan dalam momen-momen kecil dan tidak terduga, dan penting untuk mengungkapkan perasaan kita kepada orang yang kita cintai sebelum terlambat.
