Senja di Antara Kata-Kata

Senja di Antara Kata-Kata
Di sebuah kampus yang indah, dengan bangunan tua yang berdiri kokoh dan taman yang hijau, ada seorang mahasiswa bernama Elian. Ia memiliki mata yang biru tua, rambut yang hitam dan panjang, serta senyum yang manis. Elian adalah seorang sastrawan muda yang sangat mencintai kata-kata dan memiliki impian untuk menjadi penulis terkenal suatu hari nanti. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di perpustakaan kampus, membaca buku-buku klasik dan kontemporer, serta menulis cerita-cerita pendek yang ia bagikan di media sosial. Suatu hari, saat Elian sedang duduk di perpustakaan, mempelajari naskah skripsinya, ia melihat seorang gadis cantik dengan rambut merah yang panjang dan mata hijau yang cerah. Gadis itu bernama Althea, seorang mahasiswi jurusan desain grafis yang juga sedang mengerjakan proyek skripsinya. Elian tidak bisa tidak memperhatikan Althea, ia merasa ada sesuatu yang spesial dari gadis itu. Althea memiliki gaya yang unik, dengan pakaian yang berwarna-warni dan aksesori yang menarik, serta memiliki sikap yang percaya diri dan ramah. Elian merasa ingin mengenal Althea lebih dekat, tetapi ia ragu-ragu karena takut ditolak. Ia memutuskan untuk menunggu kesempatan yang tepat untuk berbicara dengan Althea. Beberapa hari kemudian, Elian dan Althea bertemu lagi di perpustakaan, dan Elian memutuskan untuk mengambil kesempatan itu. Ia berjalan mendekati Althea dan memperkenalkan diri, serta memulai percakapan tentang skripsi mereka. Althea ternyata sangat ramah dan terbuka, serta memiliki minat yang sama dengan Elian dalam hal sastra dan desain. Mereka berdua berbicara selama berjam-jam, membahas tentang skripsi mereka, serta berbagi cerita dan pengalaman. Elian merasa sangat nyaman berbicara dengan Althea, dan ia merasa seperti telah menemukan teman sejati. Namun, Elian masih ragu-ragu untuk mengungkapkan perasaannya kepada Althea, takut bahwa perasaannya tidak akan dibalas. Ia memutuskan untuk menunggu dan melihat bagaimana hubungan mereka berkembang. Sementara itu, Althea juga merasa tertarik kepada Elian, tetapi ia tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaannya. Ia memutuskan untuk menunggu dan melihat bagaimana Elian bereaksi terhadapnya. Kedua mahasiswa itu terus berinteraksi, dan hubungan mereka semakin dekat. Mereka mulai bertemu di luar perpustakaan, menghabiskan waktu bersama di kafe dan taman kampus. Elian dan Althea semakin nyaman berbicara dan berbagi cerita, serta mereka mulai merasa seperti telah menemukan pasangan yang tepat. Namun, mereka masih belum mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain, takut bahwa perasaan mereka tidak akan dibalas. Status: sambung


💡 Pesan Moral:
Keberanian mengungkapkan perasaan seringkali lebih penting daripada kesempurnaan sebuah karya.

Blog Pemikir Cerdas sebagai media untuk berbagi informasi dan tutorial simple untuk dunia IT.

Comments

Masukan sahabat sangat berarti untuk perbaikan kedepannya.
EmoticonEmoticon