Hari itu, matahari terbenam di balik jendela perpustakaan, memberikan warna keemasan pada rak-rak buku yang terus-menerus dan membentang seperti labirin. Aku, Kavina, duduk di meja kayu yang sudah usang, dengan buku teks psikologi terbuka di depanku. Suara gesekan pensil di atas kertas dan bisikan pelajar lainnya menciptakan melodi yang menenangkan. Aku memakai kacamatahitam dengan bingkai yang ramping, rambutku diikat tinggi, dan aku mengenakan kardigan merah muda yang longgar di atas kaus putih. Aku sedang mempersiapkan diri untuk ujian akhir semester, dan perpustakaan adalah tempat favoritku untuk belajar. Tiba-tiba, aku mendengar suara langkah kaki yang mendekat, dan seorang pria dengan rambut hitam yang terpotong rapi dan mata coklat yang dalam, duduk di seberangku. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Ryker, dan kami mulai berbicara tentang buku yang kami baca. Aku merasa nyaman dengan kehadirannya, dan kami berdua terus berbicara hingga perpustakaan tutup. Ketika kami berjalan keluar, senja telah berganti menjadi malam, dan bintang-bintang mulai bersinar di langit. Kami berhenti di depan taman kampus, dan Ryker mengajakku untuk berjalan-jalan di sekitar danau. Aku,setuju, dan kami berdua berjalan berdampingan, menikmati keheningan malam dan suara jangkrik yang menyenangkan. Kami berbicara tentang mimpi, harapan, dan kekhawatiran kami, dan aku merasa seperti telah menemukan seorang teman yang sejati. Malam itu, aku pulang ke kosan dengan perasaan yang lebih ringan, dan aku tidak bisa berhenti berpikir tentang Ryker dan obrolan kami yang menyenangkan. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi aku yakin bahwa pertemuan itu akan menjadi awal dari sesuatu yang indah.
Hari-hari berikutnya, aku dan Ryker sering bertemu di perpustakaan, membahas buku-buku yang kami baca dan berbagi pendapat tentang berbagai topik. Kami menjadi semakin dekat, dan aku merasa seperti telah menemukan seorang sahabat yang sejati. Ryker memiliki pandangan yang unik tentang kehidupan, dan aku sering terinspirasi oleh kata-katanya yang bijak. Suatu hari, saat kami duduk di meja favorit kami, Ryker bertanya tentang masa laluku. Aku ragu-ragu sejenak, tetapi kemudian memutuskan untuk membuka diri tentang pengalaman buruk yang pernah aku alami. Ryker mendengarkan dengan sabar, dan aku bisa melihat empati di matanya. Setelah aku selesai berbicara, Ryker membagikan pengalaman serupa yang pernah dia alami, dan aku merasa seperti tidak sendirian lagi. Kami berdua saling mengerti, dan ikatan persahabatan kami semakin kuat. Malam itu, saat kami berjalan keluar perpustakaan, Ryker mengajak aku untuk bergabung dengan komunitas menulis yang dia ikuti. Aku merasa terharu oleh ajakannya, dan aku menerima tawarannya dengan senang hati. Beberapa minggu berikutnya, aku dan Ryker sering menghadiri pertemuan komunitas menulis, berbagi karya tulis kami, dan mendapatkan umpan balik yang konstruktif. Aku merasa seperti telah menemukan tujuan baru dalam hidup, dan aku sangat berterima kasih kepada Ryker yang telah membantuku menemukannya. Saat aku melihat Ryker dari jauh, aku merasa seperti telah menemukan seorang sahabat yang sejati, seseorang yang mengerti aku dan menerima aku apa adanya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi aku yakin bahwa persahabatan kami akan terus bertumbuh dan menjadi semakin kuat. Dan saat senja mulai terbenam, aku dan Ryker berjalan berdampingan, menikmati keheningan malam dan suara jangkrik yang menyenangkan, dengan hati yang penuh dengan harapan dan kebahagiaan.
Sebagai aku melihat ke belakang, aku menyadari bahwa pertemuan aku dengan Ryker adalah awal dari sesuatu yang indah. Persahabatan kami telah membantu aku menemukan tujuan baru dalam hidup, dan aku telah belajar untuk menerima diri sendiri dan tidak takut untuk berbagi perasaan dengan orang lain. Aku berharap bahwa cerita kami dapat menjadi inspirasi bagi orang lain, untuk menunjukkan bahwa persahabatan sejati dapat membawa kebahagiaan dan makna dalam hidup.
Hari-hari berikutnya, aku dan Ryker sering bertemu di perpustakaan, membahas buku-buku yang kami baca dan berbagi pendapat tentang berbagai topik. Kami menjadi semakin dekat, dan aku merasa seperti telah menemukan seorang sahabat yang sejati. Ryker memiliki pandangan yang unik tentang kehidupan, dan aku sering terinspirasi oleh kata-katanya yang bijak. Suatu hari, saat kami duduk di meja favorit kami, Ryker bertanya tentang masa laluku. Aku ragu-ragu sejenak, tetapi kemudian memutuskan untuk membuka diri tentang pengalaman buruk yang pernah aku alami. Ryker mendengarkan dengan sabar, dan aku bisa melihat empati di matanya. Setelah aku selesai berbicara, Ryker membagikan pengalaman serupa yang pernah dia alami, dan aku merasa seperti tidak sendirian lagi. Kami berdua saling mengerti, dan ikatan persahabatan kami semakin kuat. Malam itu, saat kami berjalan keluar perpustakaan, Ryker mengajak aku untuk bergabung dengan komunitas menulis yang dia ikuti. Aku merasa terharu oleh ajakannya, dan aku menerima tawarannya dengan senang hati. Beberapa minggu berikutnya, aku dan Ryker sering menghadiri pertemuan komunitas menulis, berbagi karya tulis kami, dan mendapatkan umpan balik yang konstruktif. Aku merasa seperti telah menemukan tujuan baru dalam hidup, dan aku sangat berterima kasih kepada Ryker yang telah membantuku menemukannya. Saat aku melihat Ryker dari jauh, aku merasa seperti telah menemukan seorang sahabat yang sejati, seseorang yang mengerti aku dan menerima aku apa adanya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi aku yakin bahwa persahabatan kami akan terus bertumbuh dan menjadi semakin kuat. Dan saat senja mulai terbenam, aku dan Ryker berjalan berdampingan, menikmati keheningan malam dan suara jangkrik yang menyenangkan, dengan hati yang penuh dengan harapan dan kebahagiaan.
Sebagai aku melihat ke belakang, aku menyadari bahwa pertemuan aku dengan Ryker adalah awal dari sesuatu yang indah. Persahabatan kami telah membantu aku menemukan tujuan baru dalam hidup, dan aku telah belajar untuk menerima diri sendiri dan tidak takut untuk berbagi perasaan dengan orang lain. Aku berharap bahwa cerita kami dapat menjadi inspirasi bagi orang lain, untuk menunjukkan bahwa persahabatan sejati dapat membawa kebahagiaan dan makna dalam hidup.
💡 Pesan Moral:
Persahabatan sejati dapat membawa kebahagiaan dan makna dalam hidup, dan penting untuk menerima diri sendiri dan tidak takut untuk berbagi perasaan dengan orang lain.
Persahabatan sejati dapat membawa kebahagiaan dan makna dalam hidup, dan penting untuk menerima diri sendiri dan tidak takut untuk berbagi perasaan dengan orang lain.
