Diujung Penantian Part 1

Hari ini adalah hari yang paling terindah dalam hidupku. Tepatnya di bulan Maret, tiba-tiba di pagi ini kau menelponku dan mengajakku ketemuan di suatu Cafe yang letaknya tidak jauh dari rumahmu. Setelah sekian lama kau menghilang dari hidupku tanpa kabar, kini kau muncul kembali mengusik hatiku yang selalu menantimu. Dengan bergegas kubuka lemari pakaian dan memilih-milih baju yang akan kupakai siang nanti saat ketemu denganmu. Cuaca siang ini begitu mendukung, cerah secerah suasana hatiku. Kulangkahkan kaki menuju Cafe Kokita dengan harapan ada yang spesial dipertemuan kita kali ini. Dari jauh kumelihat ada sesuatu yang beda darimu. Semakin dekat semakin jelas. Kini dirimu semakin kurus dan tak seceria dulu lagi. “Assalamualaikum Ron, gimana kabarmu ? tanyaku singkat. “Walaikum Salam Nis, Alhamdulillah kabarku baik ”. Jawab roni dengan sedikit lemas. Aku pun langsung duduk dan melirik ke arah Roni. Kupandangi dia dari ujung rambut sampai ujung kaki. Banyak yang berubah pada dirinya. Sekarang dia agak sedikit gondrong, kucel dan semakin kurus. “ Ron.......selama satu tahun ini kamu ada dimana ? “ ucapku dengan penuh tanya. Suasana hening sejenak, berselang 5 menit, roni pun menjawab pertanyaanku. “Maaf Nis, selama 1 tahun ini aku menghilang tanpa mengabarimu. Aku yakin pasti kamu kecewa karena sebagai sahabat aku sudah menyembunyikan hal ini padamu. “ Sebenarnya sih aku kecewa, aku sebagai sahabat yang mencintaimu harus terpisah denganmu selama 1 tahun tanpa mengetahui keberadaanmu ” ucapku dengan nada kecewa. Ron, kamu tahu kan kita sudah bersahabat dari kecil sampai sekarang dan pada akhirnya rasa cinta itu muncul dalam diriku dan kamu pun tahu itu. Tapi kenapa kamu sebagai sahabat tega pergi meninggalkanku sendiri tanpa kabar ? “ucapku dengan isak tangis yang tak bisa kubendung ”. Nis......maafkan aku, selama ini ada hal yang kusembunyikan darimu “ucap roni sambil mengusap air mata yang mengalir di pipi nisa ”. sebenarnya 1 tahun yang lalu dokter memfonisku mengidap penyakit kanker darah. Sejak saat itu ibu dan ayah membawaku pergi berobat ke singapura tanpa sempat berpamitan denganmu. Aku juga tidak tega memberi tahu kabar ini padamu, makanya saat kamu menelpon dan sms aku tidak membalasnya. Dengan muka terkejut Nisa pun langsung memeluk roni dengan erat. “Ron...kenapa bukan dari awal kamu menceritakan ini semua ? aku kan sahabatmu, aku siap menemanimu dikala suka maupun duka. Aku siap menanggung beban hidupmu karena sampai saat ini aku masih sangat mencintaimu “ ucap nisa dengan isak tangisnya”. Suasana hening sejenak, tiba-tiba roni langsung memelukku “nis...sebenarnya aku juga sangat mencintaimu jauh sebelum kau mengungkapkan isi hatimu padaku, tapi kusadar aku tak pantas untukmu ” ucap roni sambil menyakinkanku. Nis....sebenarnya tujuan utamaku mengajakmu ketemuan adalah untuk melamarmu, tapi apakah kamu mau menerima lamaran dari orang yang berpenyakitan dan hidupnya tidak akan lama lagi ?” tanya roni padaku dengan muka serius. Nisa yang awalnya kaget, tiba-tiba diam. Antara yakin dan tidak dengan apa yang didengarnya barusan. “ Ron.....kamu yang sekarang dan kamu yang dulu tetap sama bagiku, karena kamu adalah alasan aku untuk tetap bisa tersenyum dan menjadi penyemangat hidupku selama ini ”. Sebulan berlalu sejak pertemuan itu, aku tetap saja masih bingung dengan sikap roni yang tiba-tiba muncul dan ingin melamarku. Aku masih ragu dengan apa yang dikatakannya. Apakah akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius ? “ucapku dalam hati dengan penuh tanya”. Sesekali kutengok rintik hujan dibalik kaca jendela kamarku berharap akan ada pelangi yang indah menghiasi langit. Tok....tok..tok...Assalamualaikum “suara dibalik pintu rumahku”. Tiba-tiba lamunanku buyar mendengar salam dari suara yang tidak asing ditelingaku. Bergegas kuberanjak dari tempat tidur dan berlari untuk membuka pintu. Walaikum salam “ucapku membalas salam tersebut”. Dengan perasaan kaget dan penuh tanya, mereka pun kusuruh masuk kedalam rumah dan mempersilahkannya duduk. Aku pun melirik roni dan roni pun mengerti dengan isyarat yang kusampaikan. Roni pun mendekatiku dan menjelaskan maksud kedatangannya bersama keluarga. Antara kaget dan bahagia jantungku pun berdenyut kencang sekencang laju motor si pembalap Rossi. Ayah dan ibu pun langsung menerima lamaran itu dan menentukan tanggal pernikahan kami. Beberapa minggu kemudian berlalu dengan kesibukan masing-masing. Keluargaku pada sibuk mempersiapkan semuanya mulai dari catering, undangan, pelaminan dan lainnya. Sementara aku malah sibuk menandai kelender, tak sabar rasanya menunggu hari yang spesial itu “ucapku dalam hati sambil tersipu malu”. Kulirik handphoneku yang tergeletak di atas meja. Aku baru sadar ternyata 2 hari ini saking sibuknya aku lupa memberi kabar pada roni. Aku pun tersenyum melihat panggilan masuk di handphoneku yang yang tak lain dari roni. Dengan sigap kumenjawab teleponnya “ Halo....Assalamualikum ada apa sayang, kamu kangen yah ? ternyata kita kontak batin yah. Barusan aku mau telepon kamu, eh ternyata kamu duluan yang telepon aku”. Ucapku spontan dengan penuh kebahagiaan. Maaf nak, ini bukan roni tapi ibunya. “Nisa maafkan ibu nak, karena lupa mengabarimu semalam. Roni saat ini hanya membutuhkanmu, dia ingin melihatmu untuk yang terakhir kalinya. Saat ini roni berada di Rumah Sakit Wahidin. Tanpa menutup telpon dari ibunya roni kubergegas menuju rumah sakit. Ron.....ron jangan tinggalkan aku, kamu kan sudah janji hari ini kita ketemu di KUA untuk mengurus semuanya bareng-bareng tapi kenapa kamu ingin meninggalkanku. “Nis.....maafkan aku, aku tidak bisa menepati janjiku padamu” ucap roni sambil menghembuskan nafas terakhirnya. Nis.....Nisa bangun nak, “ucap ibu sambil mengguncang badanku”. Perlahan kubuka mataku, bu....aku harap semua ini hanya mimpi. “ucapku penuh harap sambil meneteskan air mata”. Yang sabar yah nak, ini bukan mimpi tapi ini takdir Allah yang harus kamu terima. Tanpa menghiraukan kondisiku yang baru sadar dari pingsan kebergegas lari menuju TPU yang letaknya tidak jauh dari rumahku. Setiba disana, kutatap dan kuteliti dengan seksama huruf demi huruf yang tertera di batu nisan itu. Ya Allah ini bukan mimpiternyata roni benar-benar telah meninggalkanku untuk selamanya. “ Ron.....kamu jahat selama bertahun-tahun aku menanti hari dimana kamu dan aku terikat kata SAH, tapi kenapa di detik-detik menjelang hari istimewa itu kamu malah pergi meninggalkanku untuk selamanya”. Teriakku histeris sambil meratapi nasib. Damayanti Childiesh Sabtu, 10 Juni 2017
Read More
Pemikir Cerdas

KISAH NYATA : RICK VAN BEEK ( AYAH INI BOPONG PUTRINYA UNTUK SELESAIKAN LOMBA TRIATLON )


KISAH NYATA : RICK VAN BEEK ( AYAH INI BOPONG PUTRINYA UNTUK SELESAIKAN LOMBA TRIATLON )

Love Ayah
Masih dengan LOve Ayah, malam ini post 2  cerpen temanya masi Love ayah. Tentunya lagi lagi banyak hal yang kita dapatkan dari kisah berikut ini. Satu lagi kisah perjuangan seorang ayah yang patut diteladani, setelah sebelumnya saya pernah mengulas seorang ayah bernama Dick Hoyt yang memberikan kasih sayang begitu besar terhadap anak laki-lakinya yang menderita cacat di otaknya sejak lahir. Kali ini terulang kisah yang serupa, berikut ini kisahnya : Rick van Beek pantas mendapatkan penghargaan "father of the century". Pria berusia 39 tahun asal Michigan ini selalu setia membopong putrinya yang kini berusia 13 tahun, Madison, ketika mengikuti perlombaan triatlon. Lebih membanggakan dan mengagumkan lagi, Van Beek bisa menyelesaikan lomba itu.


Kisah heroik nan mencengangkan ini sudah dimulai sejak 2008, di mana Van Beek selalu membawa putrinya yang mengalami cerebral palsy-afflicted (istilah untuk gangguan terhadap fungsi sistem otak dan syaraf, yang membuat anak mengalami kelainan). Terakhir, dia melakukannya pada perlombaan hari Minggu (12/8/2012).


"Tak lama setelah hari itu, saya berhenti merokok 2 bungkus sehari demi Maddy. Ini telah menjadi jalan yang panjang, dengan banyak gundukan, tetapi kami menjadi lebih baik."


-- Rick van Beek


Tentu bukan hal mudah bagi Van Beek untuk menyelesaikan lomba itu karena dia harus menyelesaikan lomba yang terdiri dari renang, lari, dan bersepeda. Namun demi kebahagiaan sang putri yang sangat menyukai keindahan alam dan semua kegiatan outdoor, Van Beek menepis rasa capek dan lelah. Dia dengan setia membobong Maddy - panggilan Madison- (atau mendorongnya dengan kereta) saat lari, kemudian menariknya dengan troli saat bersepeda, dan menaikkannya ke kayak (sampan kecil) ketika harus berenang.


Sampai saat ini, Van Beek mengakui bahwa dia sudah ikut ambil bagian dalam lebih dari 70 event. Selain triatlon, dia juga ikut dalam lari half-marathon, serta sejumlah lomba lainnya yang diadakan di ruang terbuka, sebagai bagian dari 'Team Maddy'.


Pada lomba akhir pekan kemarin, Van Beek dan Maddy berhasil menyelesaikan lomba setelah menempuh jarak 0,3 mil dengan berenang, 12,4 mil dengan bersepeda, dan 3,1 mil dengan berlari. Kepada Midland Daily News, Van Beek mengatakan bahwa dia ingin ikut kompetisi bersama anaknya, yang tidak bisa jalan dan bicara, karena dia (anak) sangat senang berada di luar.


"Dia seperti bayi tiga bulan, dan salah satu hal yang sedikit kami ketahui adalah bahwa dia sangat menikmati berada di alam terbuka, berada di air, merasakan embusan angin di rambut dan wajahnya," ujar Van Beek.


Maddy didiagnosa mengalami cerebral palsy dua bulan setelah lahir. Kabar tersebut terasa seperti petir yang menyambar keluarga Van Beek, yang membuat mereka terpukul. Meskipun demikian, Van Beek dan sang istri, Mary, dengan tabah menerimanya dan terus merawat Maddy yang terus tergolek lemah.


"Itu menjadi salah satu hari terburuk dalam hidup kami," ujar Van Beek kepada Fox 17. "Semua orang berdoa agar anak-anak mereka sehat dan selama delapan tahun saya masih berharap dia bisa menjadi anak yang sehat. Tetapi jika dia tidak menjadi seperti ini, maka kami tidak akan menjadi orang seperti sekarang."


Pandangannya terhadap Maddy berubah ketika dia melihat putrinya ambil bagian dalam sebuah lomba maraton lebih dari empat tahun yang lalu. Saat itu, wajah Maddy tampak ceria dan sukacita terpancar dari dalam dirinya. Inilah yang membuat gairah hidup Van Beek kian membara, termasuk membahagiakan putrinya tersebut.


"Saya melihat putriku Maddy didorong di Grand Rapids Marathon," cerita Van Beek dalam blog miliknya. "Melihatnya begitu bahagia dan menikmati setiap goyangan di jalan saat naik gundukan, emosi saya melonjak.


"Tak lama setelah hari itu, saya berhenti merokok 2 bungkus sehari demi Maddy. Ini telah menjadi jalan yang panjang, dengan banyak gundukan, tetapi kami menjadi lebih baik."


Nah, sebagai upaya untuk membuat putrinya senang, Van Beek mulai latihan lomba outdoor pada tahun 2008. Van Beek, yang berhenti dari seorang perokok berat, juga menyadari manfaat bagi dirinya. Sejak itu, dia pun mulai mengumpulkan dana untuk amal.


"(Emosi) membuat saya atau mengilhami saya untuk melakukan hal-hal yang saya lakukan," tulis Van Beek di blognya tahun lalu. "Sebut saja inspirasi, sebutlah itu motivasi, sebut saja apa yang pernah anda inginkan, tetapi saya menyebutnya CINTA.


"Itu tidak akan pernah pudar... Dia adalah hatiku dan saya kakinya, meskipun suatu hari nanti dia mungkin tidak secara fisik bisa berada di sana dengan saya, tetapi dia akan selalu berada di hatiku, dengan diam-diam bersorak untukku."


Apa yang dilakukan Van Beek ini menggugah perasaan banyak orang, termasuk para penonton yang menyaksikan lomba tersebut. Mereka sangat tersentuh dan kagum dengan rasa cinta yang begitu besar dari Van Beek terhadap putrinya.


"Itu merupakan sesuatu yang begitu inspiratif untuk dilihat," ujar koordinator lomba, Misty Angle, kepada Allegan County News, setelah menyaksikannya di triatlon Tri Allegan 2011.


"Itu pasti salah satu hal yang menarik dari acara tersebut, bagi saya dan juga banyak orang."


Namun Van Beek menolak semua pujian yang dilontarkan terhadapnya. Dia mengatakan bahwa justru putrinya yang menginspirasi banyak orang.


"Saya pikir Madison telah mengubah kehidupan banyak orang dari apa yang saya ketahui - tanpa melakukan apapun, hanya berada di luar sana. Bukan saya, dia," ujar Van Beek kepada Fox News. "Kami membuat tim yang bagus."


Kisah nyata yang sangat inspiratif untuk membangun sebuah keluarga yang bahagia.

Sumber : group fb Kumpulan cerita penuh hikmah
 Semoga apa yang di ceritak pada cerpen ini memberikan manfaat ntuk para pembaca pemikir cerdas. yuuukk  baca yang lainnya juga.

KISAH NYATA : RICK VAN BEEK ( AYAH INI BOPONG PUTRINYA UNTUK SELESAIKAN LOMBA TRIATLON )

Read More
Pemikir Cerdas

CERPEN - ANTARA AKU, AYAH DAN SEKALENG KOIN

ANTARA AKU, AYAH DAN SEKALENG KOIN

Love Ayah
Ada apa dengan AKU  AYAH DAN SEKALENG KOIN??? Sebagian dari dari pembaca mungkin pernah tau dengan cerpen ini. Kita kembali menampilkan ini untuk mengingatkan kisah ini. Siapkan juga tisu sebelum membaca, jangan biarkan tetes air mata membasahi pipi.. :D

"Yang Ayah wariskan kepada anak-anaknya bukan kata-kata atau kekayaan,

tetapi sesuatu yang tak terucapkan yaitu

teladan sebagai seorang pria dan seorang Ayah"

==Will Rogers==


Setahuku, kaleng bekas itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam kaleng tersebut. Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang dijatuhkan ke dalam kaleng. Bunyi gemericingnya nyaring jika kaleng itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika isinya semakin penuh. Aku suka jongkok di lantai di depan sambil memperhatikan kelang tersebut, mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus melalui jendela kamar tidur.


Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, lalu menghitung jumlahnya sebelumnya membawanya ke bank. Membawa keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar. Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan Ayah di mobil tuanya. Setiap kali kami pergi ke bank, Ayah memandangku dengan penuh harap. "Karena koin-koin ini kamu tidak perlu kerja di pabrik kaleng bekas. Nasibmu akan lebih baik dari pada nasibku. Kota tua dan pabrik kaleng bekas disini takkan bisa menahanmu." Setiap kali menyorongkan kotak kardus berisi koin itu ke kasir bank, Ayah selalu tersenyum bangga. "Ini uang kuliah putraku. Dia takkan bekerja di pabrik kaleng bekas seumur hidup seperti aku.".


Pulang dari bank, kami selalu merayakan peristiwa itu dengan membeli es krim. Aku selalu memilih es krim cokelat. Ayah selalu memilih yang vanila. Setelah menerima kembalian dari penjual es krim, Ayah selalu menunjukkan beberapa keping koin kembalian itu kepadaku. "Sampai di rumah, kita isi ke kaleng itu lagi ya.."


Ayah selalu menyuruhku memasukkan koin-koin pertama ke dalam kaleng yang masih kosong. Ketika koin-koin itu jatuh bergemerincing nyaring, kami saling berpandangan sambil tersenyum. "Kamu akan bisa kuliah berkat kumpulan koin satu ini" katanya. "Kamu pasti bisa kuliah. Ayah jamin."


Tahun demi tahun berlalu. Aku akhirnya memang berhasil kuliah dan lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan di kota lain. Pernah, waktu mengunjungi orangtuaku, aku menelepon dari telepon di kamar tidur mereka. Kulihat kaleng bekas itu tak ada lagi. Kaleng bekas itu sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah di pindahkan entah ke mana. Leherku serasa tercekat ketika mataku memandang lantai di samping lemari tempat kaleng bekas itu biasa di letakkan.


Ayahku bukan orang yang banyak bicara, dia tidak pernah menceramahi aku tentang pentingnya tekad yang kuat, ketekunan, dan keyakinan. Bagiku, sebuah kaleng ini telah mengajarkan nilai-nilai tertentu dengan lebih nyata daripada kata-kata indah.


Setelah menikah, kuceritakan kepada Mayarni, istriku, bahwa dulu adalah betapa pentingnya peran kaleng bekas ini yang tampaknya sepele dalam hidupku.


Bagiku, ini melambangkan betapa besarnya cinta Ayah. Dalam keadaan keuangan sesulit apa pun, setiap malam Ayah selalu mengisi beberapa koin kedalam kaleng bekas itu. Bahkan di musim panas ketika Ayah diberhentikan dari pabrik dan Ibu terpaksa hanya menyajikan buncis kalengan selama berminggu-minggu, satu keping pun tak pernah di ambil dari dalam kelang tersebut. Sebaliknya, sambil memandangku dari seberang meja dan menyiram buncis itu dengan saus agar ada rasanya sedikit, Ayah semakin meneguhkan tekadnya untuk mencarikan jalan keluar bagiku. "Kalau kamu sudah tamat kuliah," katanya dengan mata berkilat-kilat, "kamu tak perlu makan buncis kecuali jika kamu memang mau."


Ahir tahun telah sampai setelah lahirnya putri kami Biyan Nazula, kami habiskan di rumah orangtuaku. Setelah makan malam, Ayah dan Ibu duduk berdampingan di sofa, bergantian memandangku cucu pertama mereka. Biyan menagis lirih. Kemudian Mayarni mengambilnya dari pelukan Ayah. "Mungkin popoknya basah," kata Mayarni, lalu dibawanya Biyan ke kamar tidur orangtuaku untuk di ganti popoknya. Mayarni kembali ke ruang keluarga denga mata berkaca-kaca. Dia meletakkan Biyan ke pangkuan Ayah, lalu menggandeng tanganku dan tanpa berkata apa-apa mengajakku ke kamar.


"Lihat," katanya lembut, matanya memandang lantai di samping lemari. Aku terkejut. Di lantai, seakan tidak pernah di singkirkan, berdiri kaleng yang sudah tua itu. Di dalamnya ada beberapa keping koin. Aku mendekati kaleng itu, merogoh saku celanaku, dan mengeluarkan segenggam koin. Dengan perasaan haru, kumasukkan koin-koin itu kedalam kaleng. Aku mengangkat kepala dan melihat Ayah. Dia menggendong Biyan dan tanpa suara telah masuk ke kamar. Kami berpandangan. Aku tahu, Ayah juga merasakan keharuan yang sama.. Kami tak kuasa berkata-kata.


*****


Well guys, cerita ini memang yang sedang kami alami, setiap waktu apabila ada duit lebih tak perduli koin atau pun duit kertas, kami slalu memasukkan kedalam sebuah kaleng. Berharap nantinya duit ini akan berguna bagi Biyan Nazula kelak.


Moral cerita diatas adalah tidak hanya menunjukkan besarnya cinta seorang Ayah ke anaknya agar anaknya dalam memperoleh nasib yang jauh lebih baik dari dirinya tetapi lebih diajak kedalam sebuah proses. Sang Ayah tidak saja menunjukkan cintanya tetapi menunjukkan sesuatu yang sangat berharga yaitu pelajaran tentang perjuangan, impian, tekad, teladan dari seorang Ayah, disiplin, pantang menyerah dan orang yang bilang “KAMU PASTI BISA


Kami percaya Sang anak belajar semua itu walaupun Ayahnya mungkin tidak pernah menjelaskan semua itu karena anak belajar jauh lebih banyak dari melihat tingkah laku orangtuanya dibanding apa yang dikatakan orangtuanya.



TerimakasihAyah

We pround with you
Jangan berburuk sangka terhadap ayah.... Ayah yang selalu menanyakan kabarmu melalui ibu di setiap malam ia pulang kerja. Love Ayah.
Sumber : Groub Fb setitikembuninspirasi

ANTARA AKU, AYAH DAN SEKALENG KOIN

Read More
Pemikir Cerdas

Cara mudah menemukan referensi Tugas Akhir (TA) atau Scripsi

Cara mudah menemukan referensi Tugas Akhir (TA) atau Scripsi

Bingung cari judul TA/ scripsi ?
Hal tersebut juga mimin hadapi saat ini, sebelumnya mimin sudah lama tidak update disini. Dan kali ini mau share cara mudah untuk untuk menemukan referensi TA / scripsi. Ya ini juga bisa membantu klo masih bingung dengan judul TA/ scripsi. Sehari sebelum menulis artikel ini, mimin belum mendapat kan judul untuk scripsi.  Mimin masih mengumpulkan referensi yang bisa digunakan untuk bisa dijadikan judul sripsi nantinya. 

Pemikir Cerdas
Pada saat menulis artikel ini mimin sudah punya gambaran judul yang akan di ajukan nantinya. Gambaran judulnya masih buram sih hehehhe , tapi gambaran yang buram ini bakal mimin konsultasikan ke dosen terkait. Agar dapat gambaran yang jelas dan memastikan juga klo gambaran judul yang di dapat tadi itu masuk kedalam bobot dari sebuah sripsi. Masing -masing kampus tentu punya aturan tersendiri untuk pelaksanaan sripsi. Berhub di kampus mimin hanya boleh mengajukan judul sripsi 2 kali dalam satu semester, jika dari 2 pengajuan judul itu ditolak maka ga bisa sripsi di semester ini dan lanjutkan pada semester depan. Untuk menghadapi hal tersebut mimin  selalu konsultasikan dulu ama dosen terkait sebelum mengajukannya sebagai judul sripsi.

Ada banyak cara untuk mendapatkan referensi  TA/ sripsi , kali ini mimin share salah satunya. Cara ini cara yang mimin lakukan. Ya sebelum mencari referensinya mimin sarankan tanyakan dulu pada diri sendiri . Bidang apa yang benar disukai atau  bidang yang dikuasai / kemampuan kita untuk menyelesaikannya nanti. Klo asal cari aja ntr takutnya kitanya malah yang ga mampu untuk menyelesaikannya.

Coba masukkan referensi yang akan di cari pada pencarian di bawak ini. Pencarian ini akan mengarahkan ke scholar google.


Mudah-mudahan dapat membantu dalam mendapatkan referensi TA/scripsi. Tempat lain untuk dapatkan referensi bisa dengan mengunjungi e jurnal dari sebuah kampus. Disana ada banyak judul TA/ sripsi dari mahasiswanya. Kemaren itu mimin ada coba cari disini.
Tidak hanya untuk mencari referensi TA/sripsi tetapi juga bisa digunakan untuk mencari referensi tugas sekolah atau kampus.

Cara mudah menemukan referensi Tugas Akhir (TA) atau Scripsi

Read More
Pemikir Cerdas

Contact Us

Name

Email *

Message *

Designed By Seo Blogger Templates